Ratusan Warga RT 03/03 Cilangkap Divaksin COVID-19

Rabu, 02 Juni 2021 11:44 Nurito 655

(Foto: Nurito - Beritajakarta.id)

Ratusan warga RT 03/03 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (2/6), menjalani vaksinasi  COVID-19 yang digelar di Gedung SMK As-Syafi'iyah 2 Cilangkap. Kegiatan ini melibatkan 37 tenaga kesehatan dari puskesmas kecamatan dan kelurahan.

Kita targetkan ada 300 warga yang akan divaksin 

Menurut Camat Cipayung, Fajar Eko Satrio, layanan vaksinasi ini diberikan khusus bagi warga RT 03/03 Cilangkap karena wilayah tersebut telah menjadi zona merah, setelah warga yang terpapar COVID terus bertambah dari awalnya 24 menjadi 104 orang. Warga yang divaksin telah memenuhi persyaratan, seperti berusia di atas 18 tahun, sehat dan tidak terkena COVID-19.

"Kami lakukan vaksinasi massal bagi warga RT 03/03 Cilangkap yang memenuhi syarat. Kita targetkan ada 300 warga yang akan divaksin di sini," kata Fajar.

Diungkapkan Fajar, sampai saat ini sudah ada 40 warga RT 03/03 yang telah dinyatakan sembuh. Sisanya masih dirawat di rumah sakit dan Wisma Atlet. Karena masih ada yang dirawat itu pula maka status lockdwon mikro yang harusnya berakhir pada Senin (31/5) kemarin, diperpanjang kembali selama 14 hari ke depan. Nantinya setelah 14 hari akan dievaluasi lagi soal zona merah dan lockdown mikro di wilayah tersebut.

Sementara, Ketua RW 03 Cilangkap, Rosadi menambahkan, sejauh ini warganya cukup kooperatif untuk mengikuti vaksinasi ini. Mereka datang sendiri ke lokasi layanan vaksinasi tanpa harus dijemput oleh petugas. Ia berharap seluruh warganya mau mengikuti vaksin ini dan mematuhi protokol kesehatan demi pencegahan penyebaran COVID-19.

"Yang divaksin ini warga usia 18 tahun ke atas, termasuk lansia kalau yang kemarin belum vaksin juga bisa ikut vaksin di sini. Kebanyakan mereka datang sendiri dengan sukarela karena sebelumnya kita juga sudah sosialisasikan ke warga," ungkap Rosadi.

Menurutnya, yang divaksin ini juga termasuk para kader dasawisma, Jumantik, TP PKK, Posyandu. Kemudian pengurus RT/RW, LMK, dan FKDM.

 

"Mereka antusias mengikutinya karena ingin sehat dan terbebas dari COVID-19," tandasnya.