Pemkot Jakpus Gelar Sinkronisasi Pembangunan Tol Semanan - Sunter

Senin, 15 Maret 2021 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 4248

Pemkot Jakpus Gelar Sinkronisasi Rencana Pembangunan Tol Semanan - Sunter

(Foto: Folmer)

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama jajaran Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Senin (15/3), menggelar sinkronisasi pembebasan lahan proyek pembangunan jalan Tol Semanan - Sunter.

Sinkronisasi ini dapat menyelaraskan kebijakan dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat

Menurut Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, sinkronisasi dilakukan untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus menyelaraskan kebijakan dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat, guna meminimalisir dampak yang terjadi di kemudian hari.

"Kami harapkan, sinkronisasi ini dapat menyelaraskan kebijakan dengan aspirasi yang berkembang di masyarakat," ujar Dhany.

Ia mengungkapkan, pembangunan ruas jalan Tol Semanan - Sunter di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat akan melintasi sejumlah pemukiman warga di Kelurahan Kebon Kosong, Serdang dan Duri Pulo.

"Pembangunan fisik dimulai dari wilayah Kemayoran pada 2022 mendatang. Sosialisasi kepada warga digelar setelah perubahan trase ditetapkan," tutur Dhany.

Dhany menambahkan, di wilayah Kemayoran ada aset milik Pemprov DKI yang terdampak pembangunan tol ini. Aset tersebut berupa dua gedung sekolah, panti sosial dan tempat pembuangan sampah.  

Untuk gedung sekolah, lanjut Dhany, pihaknya akan mengupayakan mencari lahan pengganti kedua gedung sekolah tidak jauh dari lokasi yang terkena proyek.

"Kami bersama Kementerian PUPR telah sepakat bahwa lahan dan bangunan dua sekolah dan panti akan direlokasi setelah penggantinya sudah siap," ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Semanan-Sunter, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Hartono menambahkan, pembangunan jalan tol ini ditargetkan rampung selama 32 bulan.  

"Lahan warga yang terkena proyek diganti sesuai penetapan harga apprasial, bukan NJOP," katanya.

Ia menambahkan, pembongkaran gedung aset milik Pempov DKI berupa dua gedung sekolah dan panti sosial dilaksanakan setelah lahan dan bangunan pengganti yang baru berdiri.  

"Aktivitas belajar mengajar di dua sekolah dan kegiatan panti sosial di Kebon Kosong tetap berjalan selama proyek pembangunan jalan tol berjalan hingga ada pengganti," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pemprov DKI Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Dewan Terkait Raperda RDTR dan PZ

Pemprov DKI Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Dewan Terkait Raperda RDTR dan PZ

Senin, 14 Desember 2020 3290

 Dapur Umum di Kecamatan Kelapa Gading Masih Dioperasionalkan

Kecamatan Kelapa Gading Masih Buka Posko Dapur Umum

Jumat, 03 Januari 2020 2878

Pematokan Lahan Tol Sunter Pulogebang Dimulai September

Pematokan Lahan Tol Sunter Pulogebang Dimulai September

Kamis, 01 September 2016 9545

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7091

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4779

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1675

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2411

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2275

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks