Perkembangan PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Terbarukan

Selasa, 09 Maret 2021 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Toni Riyanto 18831

Perkembangan PLTSa Merah Putih di Bantar Gebang, Ubah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Terbarukan

(Foto: Istimewa)

Progam untuk menanggulangi tumpukan sampah dan memperpanjang umur manfaat TPST Bantar Gebang merupakan salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2019 melalui Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan Pusat Teknologi Lingkungan (PTL) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam pilot project Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPST Bantar Gebang dan telah meresmikan PLTSa tersebut dengan nama Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah Putih.

Mencapai 783,63 MWh

Selain menanggulangi tumpukan sampah dan memperpanjang umur manfaat TPST Bantar Gebang, upaya ini juga bertujuan mendorong penggunaan dan pengembangan inovasi pengelolaan sampah untuk menghasilkan energi listrik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Syaripudin menyampaikan, sepanjang tahun 2020, PLTSa Merah Putih telah beroperasi selama 221 hari dan mengolah 9.879 ton sampah dengan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) yang dihasilkan sejumlah 1.918 ton.

"Berdasarkan jumlah hari operasional sinkronisasi dengan turbin, total energi listrik yang dihasilkan mencapai 783,63 MWh atau sekitar 110,59 kWh/ton sampah yang dibakar. Tahun 2020 diproduksi 29,263 paving block dan produksi rata-rata per bulan sebesar 3,658 buah/bulan sebagai pemanfaatan FABA," ujar Syaripudin, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Perlu diketahui, PLTSa Merah Putih merupakan PLTSa pertama di Indonesia yang didesain dengan waktu beroperasi selama 24 jam/hari dan 250-300 hari/tahun, dengan menggunakan bahan bakar sampah berkapasitas 100 ton/hari.

Sementara itu, menurut Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto, dengan adanya PLTSa diharapkan akan tersedianya alternatif pengolahan sampah yang mampu mereduksi sampah secara signifikan, cepat, ramah lingkungan, serta dapat menghasilkan listrik. Selain itu masyarakat juga bisa memperoleh pembelajaran dalam pengolahan sampah secara termal guna implementasi pada fasilitas pengolahan sampah sejenis skala besar di masa mendatang. "Hal tersebut sejalan dengan visi TPST Bantar Gebang, sebagai pusat riset dan studi persampahan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Pemprov DKI Berkolaborasi Olah Sampah TPST Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemprov DKI Berkolaborasi Olah Sampah TPST Bantar Gebang Jadi Energi Terbarukan

Selasa, 01 Desember 2020 4331

Dinas Lingkungan Hidup Kolaborasi Kembangkan Jakarta Recycle Center

Dinas LH DKI Kembangkan Jakarta Recycle Center

Kamis, 15 Oktober 2020 4916

PLTSa Bantar Gebang Telah Hasilkan 1.500 KKAL/Kg Energi Listrik

PLTSa Bantar Gebang Hasilkan Listrik Sebesar 731,1 KWH

Senin, 07 Desember 2020 5283

BERITA POPULER
Mikrotrans reza edit

Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

Jumat, 02 Oktober 2026 3014

Distribusi Benih Ikan Air Tawar anita

4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

Jumat, 02 Oktober 2026 2607

Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1819

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 1422

Festival palang pintu tiyo 2

Yuk Kunjungi Festival Palang Pintu XVII di Jalan Kemang Raya

Sabtu, 03 Oktober 2026 932

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks