MRT Jakarta Terus Kembangkan Pendapatan Nontiket

Senin, 14 Desember 2020 Reporter: Mustaqim Amna Editor: Erikyanri Maulana 2161

 MRT Jakarta Terus Kembangkan Pendapatan Nontiket

(Foto: Istimewa)

Pandemi COVID-19 turut mempengaruhi berbagai sektor perekonomian, salah satunya sektor transportasi publik.

Kita memanfaatkan pilar-pilar stasiun layang sepanjang koridor MRT Jakarta dengan pemasangan LED dan LCD,

Jumlah harian pengguna jasa MRT Jakarta pada Januari dan Februari 2020 lalu mencapai sekitar 88 ribu orang dan skalanya naik menuju target 100 ribu orang per hari. Namun, awal Maret sampai dengan Mei menurun drastis. Awal Juni mulai bergerak naik. Namun, per 8 Desember 2020, rata-rata pengguna jasa MRT Jakarta mencapai 27.901 orang per hari. Dari sisi bisnis, pendapatan tiket tersebut tidak mencapai harapan. PT MRT Jakarta (Perseroda) berinisiatif mengembangkan pendapatan nontiket, dan salah satunya ialah periklanan.

"Kita memanfaatkan pilar-pilar stasiun layang sepanjang koridor MRT Jakarta dengan pemasangan LED dan LCD. Tahun pertama ini, terdapat 438 pilar neonbox dan 50 pilar LED," ujar William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) dalam keterangan tertulis yang diterima Beritajakarta.id, Senin (14/12).

Dikatakan William, pihaknya juga merambah ke bisnis digital melalui kerja sama dengan perusahaan rintisan maupun anak muda yang bergerak di bidang ekonomi digital dan pembuatan program digital yakni melalui MRTJ Accel dan MRTJ Star Track Incubation program yang diluncurkan beberapa bulan lalu.

Sejak awal beroperasinya, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah mendapatkan pemasukan dari berbagai sektor nontiket selain periklanan, yaitu retail, telekomunikasi, hak penamaan, dan pengembangan kawasan berorientasi transit. Meskipun terdampak oleh pandemi, pada 2020 ini, sektor nontiket menghasilkan pendapatan sekitar Rp 370 miliar, lebih baik dari tahun lalu.

"Kita dibantu dengan pendekatan dari non-fare box revenue," tutur William.

Dia juga menyebutkan kondisi perusahaan masih positif, arus kas (cash flow) positif sehingga tidak ada pengurangan karyawan. Pelayanan pun masih baik.

"Bahkan, dari hasil survei kepuasan pelanggan (customer satisfaction index), angkanya mencapai 86 persen. Lebih bagus dari tahun lalu yang ada di angka 82 persen. Artinya penumpang masih sangat puas naik MRT Jakarta meskipun dalam situasi pandemi," tandasnya.

BERITA TERKAIT
PT MRT Jakarta - MAPID Lakukan Survei Perilaku Pengguna

PT MRT Jakarta - MAPID Lakukan Survei Perilaku Pengguna

Senin, 07 Desember 2020 2749

PT MRT Jakarta Raih Penghargaan Rising Star Companies

PT MRT Jakarta Raih Penghargaan Rising Star Companies

Jumat, 04 Desember 2020 2473

 Raih Penghargaan Platinum Dalam DTKJ Awards, MRT Jakarta Pastikan Layanan Ramah Disabilitas

PT MRT Jakarta Raih Penghargaan Platinum dalam DTKJ Awards

Selasa, 01 Desember 2020 3111

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 1851

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 633

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 730

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1393

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1006

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks