Basuki: Banjir Karena Volume Air Hujan Besar

Senin, 09 Februari 2015 Reporter: Folmer Editor: Dunih 6609

ahok doorstop pakaian dinas lengkap

(Foto: doc)

Hujan yang terjadi sejak semalam membuat banjir yang menggenangi ibu kota terjadi di luar dugaan. Sejumlah mesin pompa penyedot air pun tak mampu menyedot air, lantaran volume hujan yang turun cukup besar.

Kita tidak sangka, hujan begitu besar volumenya

"Kita tidak sangka, hujan begitu besar volumenya," kata Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Senin (9/2).

Selain volume hujan deras, Basuki mengaku, banjir di Jakarta disebabkan sejumlah pompa yang dipergunakan menyedot air tidak mencukupi.

"Pompa kapasitas nggak cukup, terus pompanya ngambek ibaratnya sudah mampet. Dia (pompa) terus dari jam delapan malam, terlalu panas. Dia nggak kuat lagi. Itu yang menyebabkan pompa kurang, langsung kerendam protokol (jalan)," ungkapnya.

Ia menjelaskan, genangan air juga disebabkan adanya rob yang ketinggiannya mencapai 210 cm. Namun, ia juga telah menginstruksikan Dinas Tata Air DKI untuk segera memperbaiki pompa penyedot air.

"Servis. Tapi, intinya rob mesti diberesin sama di utara. Ini mesti pasang pompa besar," jelasnya.

Sementara berdasarkan data Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) BPBD DKI Jakarta, Senin (9/2) tercatat ketinggian air sejumlah pintu air di ibu kota meningkat,

Hingga pukul 12.00, ketinggian muka air di Pintu Air Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat sudah mencapai 630 sentimeter (cm) atau memasuki siaga I atau bencana.

Daerah yang berpotensi tergenang di antaranya Kelurahan Karet, Petamburan, Jelambar, Pluit, Duri Pulo, Tomang, Cideng, Pejagalan, dan Grogol.

Ketinggian air juga terjadi di Pintu Air Pasar Ikan yang saat ini berada pada posisi siaga I dengan ketinggian 630 centimeter.

Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Bambang Suryasaputra mengatakan, tinggi muka air terus mengalami peningkatan. "Pada pukul 12.00 WIB, Pintu Air Pasar Ikan berstatus siaga 1," kata Bambang, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (9/2).

Dia mengatakan, Pintu Air Pasar Ikan adalah titik pertemuan antara aliran dari Sungai Ciliwung dan Sungai Krukut. Kedua aliran tersebut saat ini juga sudah dalam posisi siaga III. Ketinggian air di Manggarai mencapai 825 cm dan Krukut 150 cm.

Sementara itu, ketinggian air di Pintu Air Pasar Ikan mencapai 208 cm atau memasuki siaga II. Sedangkan Pintu Air Katulampa setinggi 80 cm, Pintu Air Pulogadung setinggi 650 cm, Pintu Air Manggarai 825 cm atau berstatus siaga III.

BERITA TERKAIT
blok f balaikota

Genangan di Blok F Balaikota Surut

Senin, 09 Februari 2015 5955

transjakarta-halte-banjir-(beritajakarta-com)-b

Banjir, 4 Koridor Transjakarta Tak Beroperasi

Senin, 09 Februari 2015 6376

Ini Dia Lokasi Banjir di Jakbar

Ini Dia Lokasi Banjir di Jakbar

Senin, 09 Februari 2015 8472

 Jalan Karang Anyar Tidak Bisa di Lalui Kendaraan Kecil dan Roda Dua

Jl Karang Anyar Tak Bisa Dilalui Kendaraan

Senin, 09 Februari 2015 6178

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7149

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4837

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2419

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2543

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1214

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks