Perketat PSBB Guna Cegah Peningkatan Kasus COVID-19, Anies Imbau Jaga Kedisiplinan

Reporter : Rezki Apriliya Iskandar | Editor : Toni Riyanto | Jumat, 01 Mei 2020 23:00 WIB | Dibaca 1703 kali
Perketat PSBB Guna Cegah Peningkatan Kasus COVID-19, Anies Imbau Jaga Kedisiplinan (Foto : Istimewa / Beritajakarta.id)

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menggelar rapat evaluasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta guna membahas evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap pertama yang berakhir minggu lalu dan pemantapan PSBB tahap kedua.

"Jakarta belum merdeka dari COVID-19 "

Seperti diketahui, sejak diberlakukannya PSBB di DKI Jakarta, sedikit demi sedikit berdampak pada penurunan jumlah kasus baru COVID-19. Kendati demikian, Anies mengimbau agar warga tetap disiplin dan mematuhi aturan PSBB.

"Perlu digarisbawahi, meski beberapa hari ini terlihat ada penurunan (jumlah kasus), tetapi ini tidak boleh diartikan PSBB-nya kendor. Harus kita lebih disiplin, lebih ketat, karena masih ditemukan kasus-kasus positif di masyarakat," ujar Anies usai menggelar rapat evaluasi bersama Forkopimda di Pendopo Balai Kota Jakarta, Jumat (1/5) malam, seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.

Anies juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi interaksi, mengurangi berkegiatan di luar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Jika dilakukan secara dengan konsisten, diharapkan mampu mencegah adanya gelombang kedua pandemi ini di Jakarta.

"Ke depan kami imbau ke seluruh masyarakat untuk lebih menaati (aturan PSBB). Kegiatan sosial, kegiatan ekonomi, kegiatan budaya, kegiatan agama, sebisa mungkin dilakukan di rumah. Bukan dilakukan bersama-sama, berkelompok di masyarakat," terangnya.

Pemprov DKI Jakarta hingga kini terus proaktif mengeluarkan berbagai kebijakan dalam penanganan COVID-19. Seperti, kampung siaga COVID-19, produksi massal masker, perketat dan pemberian sanksi pelanggar PSBB, serta memperbanyak dan menambah rapid test di masyarakat.

"Jadi, adanya peristiwa penurunan beberapa hari ini tidak boleh diartikan sebagai sudah selesai. Ini belum selesai, Jakarta belum merdeka dari COVID-19. Kita masih harus bertempur dengan COVID, maka jangan kendor," tandasnya.

TOP