Perpanjangan PSBB di Jakarta Dinilai Tepat

Kamis, 23 April 2020 Reporter: Folmer Editor: Toni Riyanto 2887

Perpanjangan Penerapan PSBB di Ibukota Diapresiasi

(Foto: doc)

Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memaksimalkan penanganan pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) dinilai sudah tepat.

Lebih optimal

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), Mohammad Syaiful Jihad mengatakan, keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memperpanjang penerapan PSBB di Ibukota hingga 22 Mei mendatang sudah tepat. 

"DKI Jakarta merupakan provinsi pertama yang menerapkan PSBB, sebelum diikuti kota, kabupaten dan provinsi lainnya di Indonesia. Saya berharap, pelaksanaan PSBB lanjutan ini bisa berjalan lebih optimal," ujarnya, Kamis (23/4). 

Syaiful menjelaskan, penerapan PSBB tahap pertama perlu segera dievaluasi, khususnya terkait perusahaan-perusahaan yang tidak boleh beroperasi.

"Kita masih melihat banyak pergerakan dari daerah-daerah di sekitar Jakarta. Ini saya kira karena tuntutan perusahaan karena mereka masih harus bekerja," terangnya.

Ia menambahkan, kewajiban menggunakan masker dan penerapan physical distancing harus bertul-betul diawasi dengan penegakan aturan, termasuk pemberian sanksi untuk memberikan efek jera.

"Upaya mengatasi pandemi COVID-19 ini perlu kesadaran bersama. Warga harus berperan menyelamatkan dirinya dan orang lain agar tidak tertular," ungkapnya.

Tidak kalah penting, sambung Syaiful, pembagian atau pendistribusian bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran harus segera dievaluasi.

"Kalau ada warga yang memang membutuhkan tapi belum terdata harus segera ditindaklanjuti. Kita ingin semua warga yang memerlukan bantuan untuk kebutuhan pangan bisa terpenuhi," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho menuturkan, Pemprov DKI perlu segera memastikan tempat isolasi mandiri bagi warga terindikasi COVID-19 yang tinggal di lingkungan padat penduduk.

"Tempat isolasi mandiri sangat diperlukan untuk memutus penularan COVID-19. Termasuk, ini menjadi perlindungan bagi keluarganya agar tidak tertular," tegasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis juga harus menjadi perhatian bersama. Sebab, mereka akan berhadapan langsung dengan pasien COVID-18 dan sangat rentan tertular.

"Saya minta tidak ada pihak-pihak atau mafia yang bermain mencari keuntungan dari meningkatnya kebutuhan APD, khususnya masker N95. Kita harus berempati kepada seluruh tenaga medis," imbuhnya.

Menurutnya, Rekan Indonesia siap untuk berkolaborasi secara lebih intens dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk berkontribusi menangani pandemi COVID-19.

"Kami sangat siap berkontribusi. Sejauh ini kami juga sudah ikut mendistribusikan bagi masyarakat membutuhkan serta membantu pemenuhan kebutuhan APD di Puskesmas dan rumah sakit," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Wakil Ketua DPRD Dukung Masa Perpanjangan PSBB Diterapkann

Wakil Ketua DPRD Dukung Perpanjangan PSBB

Kamis, 23 April 2020 1971

Masjid Raya JIC Gelar Program Ramadhan Secara Online

Masjid Raya JIC Gelar Program Ramadhan Secara Online

Kamis, 23 April 2020 2846

Larangan Mudik, Pengelola Terminal Pulogebang Sosialisasikan Secara Lisan

Pengelola Terminal Pulogebang Sosialisasikan Larangan Mudik

Kamis, 23 April 2020 2025

Cegah Penularan COVID-19, Anies Imbau Seluruh Kegiatan Ibadah Ramadan Dilakukan di Rumah

Cegah Penularan COVID-19, Anies Imbau Seluruh Kegiatan Ibadah Ramadan Dilakukan di Rumah

Rabu, 22 April 2020 2458

 Pemprov DKI Perpanjang PSBB Hingga 22 Mei 2020

Pemprov DKI Perpanjang PSBB Hingga 22 Mei 2020

Rabu, 22 April 2020 9484

BERITA POPULER
Warga beri dukungan RDF plant ist

Dukungan RDF Plant Rorotan Datang dari Warga Sekitar

Jumat, 06 Februari 2026 4319

Wagub Panen Raya Cianjur otoy

Wagub Hadiri Panen Raya di Cianjur

Kamis, 12 Februari 2026 781

IMG 20260212 WA0119

Pohon Tumbang di Jalan TB Simatupang Cepat Ditangani

Kamis, 12 Februari 2026 576

ASN pemprov dki jakarta wfa

Terapkan WFA Lebaran, Pramono Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu

Rabu, 11 Februari 2026 648

Polusi kendaraan dok

Pramono Ungkap Strategi Atasi Polusi Udara Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 788

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks