Ahok Minta PT Food Station Tjipinang Jaya Diaudit

Jumat, 23 Januari 2015 Reporter: Nurito Editor: Dunih 7851

Basuki : Mantan Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya Miliki Saham 12 Lembar, Bareskrim Harus Usut

(Foto: Nurito)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta PT Food Station Tjipinang Jaya selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI diaudit. Permintaan audit didasari karena meningkatnya harga saham perusahaan tersebut hingga berkali-kali lipat. 

Saya minta audit dan keputusan RUPS ini ditunda. Kami akan melaporkan ke Bareskrim dan Kejaksaan Agung

Diketahui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini, salah satu peserta rapat memang meminta agar harga saham dijual per lembarnya Rp 7 miliar. Padahal, harga saham saat ini hanya Rp 1,058 miliar. Kondisi inilah yang membuat Ahok memutuskan agar RUPS ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Karena itu, Ahok meminta agar dilakukan audit dan penyelidikan oleh Bareskrim soal kepemilikan saham orang-orang di PT Food Station Tjipinang Jaya tersebut.

"Saya minta audit dan keputusan RUPS ini ditunda. Kami akan melaporkan ke Bareskrim dan Kejaksaan Agung," tegas Ahok usai menghadiri RUPS PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Jumat (23/1).

Ahok berharap dengan adanya pemeriksaan ini maka jelas riwayat para pemegang saham dalam mendapatkan sahamnya. Hal ini juga akan diberlakukan pada seluruh pemegang saham lainnya.

Disebutkannya, saat ini PT Food Station Tjipinang Jaya tengah membutuhkan banyak dana untuk perbaikan pasar maupun membuat gudang baru. Namun, hal ini tidak harus dengan menaikkan harga sahamnya dari Rp 1,058 miliar menjadi Rp 7 miliar per lembarnya.

"Kasian pemegang saham kecil dan para pendiri pasar ini yang lama. Harus diingat, ini semangat kebersamaan yang dilakukan sejak era Gubernur Ali Sadikin. Kalau minta harga saham Rp 7 miliar per lembar, bayarin saja semua saham milik DKI," tambah Basuki.

Sementara itu, Dirut PT Food Station Tjipinang Jaya, Dwi Antono mengatakan, tercatat total saham di PT Food Station Tjipinang Jaya sebanyak 300 lembar. Pemprov DKI memiliki saham mayoritas sebesar 75 persen atau 224 lembar. Sedangkan selebihnya saham dimiliki perorangan.

"Nilai saham awal saat pendirian hanya Rp 1 juta. Namun saat ini nilainya sudah mencapai Rp 1,058 miliar. RUPS ditunda sampai ada hasil pemeriksaan dari tim auditor," ujar Dwi Antono.

BERITA TERKAIT
Djarot Akui Tak Akan Anakemaskan BUMD

DKI Tolak Suntik Dana untuk BUMD Berkinerja Buruk

Rabu, 14 Januari 2015 6433

DKI Suntik Modal BUMD Hingga Rp 11,32 Triliun

DKI Suntik 8 BUMD Rp 11,32 Triliun

Jumat, 12 Desember 2014 6986

 Basuki Bakal Rombak Direksi BUMD DKI

Basuki Bakal Rombak Direksi BUMD DKI

Senin, 19 Januari 2015 6717

Ketua DPRD: Ahok Otomatis Jadi Gubernur

DPRD Dukung Basuki Ambil Alih Palyja

Selasa, 04 November 2014 5977

Pemprov Suntik Modal Bank DKI Rp 3 Triliun

Pemprov Suntik Modal Bank DKI Rp 3 Triliun

Minggu, 24 Agustus 2014 4972

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2509

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1203

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 966

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 512

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 408

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks