DKI Tolak Suntik Dana untuk BUMD Berkinerja Buruk

Rabu, 14 Januari 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Dunih 6524

Djarot Akui Tak Akan Anakemaskan BUMD

(Foto: doc)

Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta telah mengajukan penyertaan modal pemerintah (PMP). Namun, Pemprov DKI akan lebih hati-hati dengan permintaan tersebut. Bahkan, untuk BUMD berkinerja buruk dipastikan tidak akan mendapatkan fasilitas tersebut.

Ini perlu kita evaluasi, kita tidak ingin memanjakan dan menganakemaskan BUMD yang tidak profesional

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengatakan, tidak akan menaganakemaskan BUMD. Jika kinerja BUMD tersebut dinilai tidak baik, maka pengajuan PMP akan dipelajari terlebih dahulu. Apakah permintaan itu untuk menyehatkan perusahaan atau hanya sekadar permintaan saja.

"Memang perlu dievaluasi apa perlu dengan adanya PMP? BUMD semakin sehat dalam menjalankan fungsinya atau justru ini hanya memanjakan. Ini perlu kita evaluasi, kita tidak ingin memanjakan dan menganakemaskan BUMD yang tidak profesional," kata Djarot, di Balaikita DKI Jakarta, Rabu (14/1).

Dalam Rancangan APBD 2015 pun hanya tiga BUMD yang akan mendapatkan PMP. Ketiganya yakni PT MRT Jakarta sebesar Rp 4,6 triliun, BUMD Transjakarta sebesar Rp 500 miliar, dan Bank DKI sebesar Rp 500 miliar. Padahal, sebelumnya ada 14 BUMD yang mengajukan PMP pada tahun ini, seperti PT Jakarta Propertindo, PD Pengelolaan Air Limbah (PAL) Jaya, PD Pasar Jaya, PT Jakarta Tourisindo, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Penjamin Kredit Daerah, PD Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang, PT Pembangunan Sarana Jaya, PT Kawasan Berikat Nusantara, dan PT Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya.

"Ada beberapa memang dan perlu kita evaluasi apakah betul-betul positif bagi mereka, atau hanya sekedar hanya tiap tahun dan mengajukan saja," ujarnya.

Menurut mantan Walikota Blitar itu, masing-masing BUMD memang memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Tetapi seharusnya BUMD tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Karena juga harus mendukung pelayanan publik yang dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta. "BUMD itu tidak melulu 100 persen full bisnis, bisnis ya tapi ada muatan-muatan sosial, tanggung jawab sosial yang harus dipikirkan," tegasnya.

Kendati demikian dia enggan menyebutkan BUMD mana saja yang sering mengajukan PMP, namun tidak ada kemajuan yang berarti.

BERITA TERKAIT
DKI Suntik Modal BUMD Hingga Rp 11,32 Triliun

DKI Suntik 8 BUMD Rp 11,32 Triliun

Jumat, 12 Desember 2014 7067

PD Pasar Jaya Terima PMP Rp 170 Miliar

PD Pasar Jaya Terima PMP Rp 170 M

Rabu, 10 September 2014 4669

Bank DKI Akan Ekspansi ke Medan dan Balikpapan

Bank DKI Akan Ekspansi ke Medan dan Balikpapan

Selasa, 13 Januari 2015 8689

Ambil Alih Persija, DKI Siap Suntik Dana Rp50 miliar Pertahun

DKI Siap Beli Saham Persija Jakarta

Senin, 08 Desember 2014 8954

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7051

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4696

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2243

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2224

Pengprov akuatik dki jakarta rezap

Pramono Bidik Juara Umum PON 2028, Akuatik Jadi Andalan

Kamis, 29 Oktober 2026 1766

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks