Disparbud dan Disdik Sesuaikan Usulan APBD 2020

Rabu, 30 Oktober 2019 Reporter: Adriana Megawati Editor: Andry 1436

Disparbud dan Disdik Provinsi DKI Jakarta Sesuaikan Usulan APBD 2020

(Foto: Adriana Megawati)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Edy Junaedi dan Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengungkapkan, e-komponen pada beberapa kegiatan yang menjadi usulan anggaran tahun 2020 masih bersifat sementara dan akan dibahas di DPRD Provinsi DKI Jakarta. Baik Disparbud maupun Disdik Provinsi DKI Jakarta akan memperbaiki dan terus menyisir usulan APBD Tahun Anggaran 2020.

Sempat ter-input dan ter-publish bahwa ada anggaran influencer 5 miliar.

Hal ini disampaikan pada konferensi pers yang diselenggarakan di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/10).

Edy pun menjelaskan tahapan penganggaran yang dimulai dari proses KUA-PPAS, RKPD, hingga penginputan. "Sempat ter-input dan ter-publish bahwa ada anggaran influencer 5 miliar. Nah, ini kami jelaskan bahwa detil komponen di dalamnya tidak seperti itu membacanya tapi lebih berisi item kegiatan yang tujuan akhirnya adalah untuk lebih mempromosikan kegiatan pariwisata di media. Ada belanja media, supporting event, dan lain-lain," paparnya seperti dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta, Rabu (30/10).

Edy mengakui ada kekeliruan terhadap cover yang terpublikasi, meskipun isi detail komponen tersebut benar, sehingga terbaca sebagai inefisiensi anggaran. Usulan kegiatan itu pun, lanjut Edy, telah dihapus di awal Oktober. "Sebagai tindak lanjut arahan Gubernur, untuk efisiensi anggaran dan lebih melibatkan masyarakat dalam program Pemprov DKI Jakarta," tambahnya.

Penyisiran terhadap komponen anggaran pun terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, menyampaikan, setiap Suku Dinas berbeda-beda kondisi penganggarannya, yang mana akan disesuaikan dengan kebutuhan riil.

"Di sini ada penyesuaian. Kebutuhan riil di sekolah tidak seperti yang tercantum di dalam e-budgeting. Tetapi, ada di dalam RKS yang nanti akan kita gunakan sebagai bahan penyesuaian. Ada 2.100 sekolah di DKI, semuanya sedang proses input. Komunikasi tetap dilakukan dari Suku Dinas dan sekolah. Kami sudah instruksikan kepada Suku Dinas untuk memastikan yang di-input sekolah betul-betul riil kebutuhan," jelasnya.

Perlu diketahui, SKPD sudah mulai memasukkan detil kegiatan di e-budgeting pada Maret Minggu IV hingga Juli Minggu I 2019. Namun, karena sistem e-budgeting saat ini mengharuskan input komponen sebagai pembentuk harga, hal ini mengakibatkan beberapa kegiatan yang belum memiliki komponen di sistem masih menggunakan komponen anggaran sementara.

BERITA TERKAIT
 Komisi C Bahas KUA-PPAS BUMD

Komisi C Bahas KUA-PPAS BUMD

Rabu, 30 Oktober 2019 17035

 Komisi A Rapat Pembahasan KUA-PPAS Dengan Biro

Komisi A Bahas KUA-PPAS di Lima Biro

Rabu, 30 Oktober 2019 1824

Disdik Usulkan Penyesuaian Anggaran Kerja Belanja Langsung

Disdik Usulkan Penyesuaian Anggaran Kerja Belanja Langsung

Selasa, 29 Oktober 2019 1695

BERITA POPULER
IMG 20260225 WA0053

Pengendara Diminta Tak Lintasi Jalan Kampung Kramat

Rabu, 25 Februari 2026 42853

Pelepasan jenazah Harianto Badjoeri tiyo

Kasatpol PP DKI Periode 2005-2010 Harianto Badjoeri Wafat

Senin, 23 Februari 2026 2254

Verifikasi mudik gratis jakut anita2

Program Mudik Gratis 2026 Disambut Antusias Warga Jakarta Utara

Jumat, 27 Februari 2026 970

Jis gery ist

Yuk Kunjungi JIS Ramadhan Fest 2026 di Jakarta International Stadium

Jumat, 27 Februari 2026 777

IMG 20251030 WA0095 (1)

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Hari Ini

Sabtu, 28 Februari 2026 635

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks