Tak Deklarasikan Anti Korupsi, Kepsek Bakal Dievaluasi

Jumat, 12 Desember 2014 Reporter: Nurito Editor: Erikyanri Maulana 7122

Tak Deklarasikan Sekolah Anti Korupsi, Kepsek Terancam Dicopot

(Foto: Nurito)

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akan mengevaluasi para kepala sekolah yang enggan mendeklarasikan sekolah anti korupsi. Disdik DKI menargetkan seluruh sekolah di ibu kota sudah mendeklarasikan sekolah anti korupsi sebelum tanggal 20 Desember mendatang. 

Kalau tidak mau (deklarasi), kepala sekolah dan wakilnya akan dicopot dari jabatannya. Jadi, tanggal 20 Desember kita canangkan semua sekolah di Jakarta bebas korupsi

"Kalau tidak mau (deklarasi), kepala sekolah dan wakilnya akan dicopot dari jabatannya. Jadi, tanggal 20 Desember kita canangkan semua sekolah di Jakarta bebas korupsi, bersih dan sehat," ujar Lasro Marbun, Kepala Disdik DKI saat menghadiri deklarasi sekolah anti korupsi di SMAN 113 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (12/12).

Dikatakan Lasro, dari total 2.559 sekolah mulai dari TK-SMA/SMK Negeri di Jakarta, saat ini baru 153 sekolah atau 6,5 persen, yang telah mendeklarasikan sekolah anti korupsi. Sisanya akan mendeklarasikan secara bertahap. Meski begitu, Lasro menekankan, deklarasi yang dilakukan harus dengan kesadaran dan niatan sendiri dan bukan atas dasar ketrpaksaan.

Bagi yang tidak mampu, kata Lasro, akan dipanggil kepala sekolah dan wakilnya untuk diberi kesempatan berbenah. Jika masih tidak bisa menyesuaikan, maka risikonya jabatan kepala sekolah dan wakilnya akan dicopot.

"Dengan sendirinya, dari tanggal 20 Desember akan terjaring sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berkompeten di bidangnya," kata Lasro.

Kepala Sudin Pendidikan Menengah Jakarta Timur, Budiana mengatakan, di wilayahnya terdapat 40 SMAN dan 13 SMKN. Dari jumlah itu, baru 16 SMAN yang mendeklarasikan sekolah anti korupsi. Antara lain, SMAN 113, SMAN 44, SMAN 91, dan SMAN 98.

"Tanggal 17 Desember rencananya sudah ada 15 SMAN yang mendaftar. Sedangkan SMK akan dilakukan serempak namun waktunya belum ditentukan," ucap Budiana.

Kepala SMAN 113, Rita Hastuti menambahkan, sejak awal pihaknya sudah berkomitmen untuk tidak melakukan pungutan terhadap siswanya yang berjumlah 1.031 siswa. Sebab, sejauh ini sudah ada BOS/BOP yang sangat membantu untuk operasional sekolah dan membantu siswanya.

"Secara internal di sekolah, mulai dari OSIS, Komite Sekolah, karyawan, guru sudah komitmen untuk menjaga sekolah dari hal yang bersifat melanggar, termasuk pungli kepada siswa," tandasnya.

BERITA TERKAIT
30 SDN di Jaktim Deklarasikan Anti Korupsi

55 Sekolah di DKI Deklarasikan Antikorupsi

Rabu, 10 Desember 2014 6767

Basuki Dukung Kebijakan Mendikbud Soal Penghentian Kurikulum 2013

Ahok Dukung Penghentian Kurikulum 2013

Senin, 08 Desember 2014 4818

larso marbun kadisdik dki jakarta

2015, Besaran Nilai KJP Akan Ditambah

Rabu, 26 November 2014 24367

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2854

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1254

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1044

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1186

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 578

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks