Polres Jaktim Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu di KPU
Kamis, 20 Februari 2014
Reporter: Nurito
Editor: Agustian Anas
2139
(Foto: doc)
Polres Metro Jakarta Timur menggelar simulasi pengamanan Pemilu 2014 di kantor KPU Jakarta Timur, di Jl Pulomas Barat VI, Kayu Putih, Kamis (20/2). Simulasi yang melibatkan 500 anggota kepolisian dan 10 komisioner KPU ini berlangsung sekitar 35 menit.
Dalam simulasi itu digambarkan terjadi aksi protes dari ratusan massa yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara. Mereka mendatangi kantor KPU dan mencoba masuk ke lantai 2 tempat digelar rapat pleno penghitungan suara.
Massa memprotes KPU karena dinilai berpihak pada salah satu partai. Sehingga massa dari perwakilan partai meminta dilakukan penghitungan ulang. Bahkan mereka yang tidak terima, mencoba merampas kotak suara untuk dibakar.
Namun upaya ini berhasil dihalau ratusan anggota kepolisian yang berjaga-kaga. Massa pun kemudian menggelar aksi unjuk rasa dengan membakar dua ban hingga suasana menjadi gaduh. Demo pun berlangsung anarkis, pendemo memukuli dan melempari petugas dengan botol mineral.
Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan pendemo. Belasan massa yang anarkis berhasil ditangkap. Bahkan dua pendemo mengalami luka parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni, mengatakan, simulasi pengamanan Pemilu ini dilakukan untuk melatih seluruh anggota kepolisian yang ditugaskan dalam pengamanan Pemilu nanti. Sehingga diharapkan mereka dapat mengatasi hal yang terburuk sekalipun.
"Simulasi ini sengaja digelar di kantor KPU Jakarta Timur. Karena jika terjadi yang sesungguhnya di sini, petugas kepolisian sudah siap mengatasinya," ujarnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar
Kamis, 19 Maret 2026
2313
Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan
Kamis, 19 Maret 2026
2277
Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan
Selasa, 17 Maret 2026
1693
Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran