Angkutan Umum Naikkan Tarif Sepihak

Selasa, 18 November 2014 Reporter: Rudi Hermawan Editor: Dunih 5430

Sudinhub Jakpus Akan Kandangkan, Jika Ada Angkutan Umum Yang Menaikkan Tarif

(Foto: doc)

Naiknya harga bahan bakar minyak pada Selasa (18/11) dini hari, direspons sejumlah sopir angkutan umum dengan menaikkan tarif sepihak. Kondisi ini sangat memberatkan penumpang. Terlebih, rencana kenaikan tersebut, masih digodok Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta.

Tidak boleh ada yang menaikkan trif selama belum ada surat keputusan dari pemerintah. Jika ada yang nakal akan kami tindak dengan mengandangkan mobilnya

Adi (20) sopir Metromini 10 jurusan Senen–Sunter mengaku, sudah menaikkan tarif kepada sejumlah penumpang dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000. Meskipun belum ada pengumuman untuk menaikkan tarif angkutan umum, Adi beralasan, karena dirinya sudah mengisi BBM solar dengan harga baru sebesar Rp 7.500 per liter.

“Saya naikkan Rp 1.000. Walaupun setoran tidak naik, tapi BBM sudah naik dan saya juga minta pengertian penumpang,” ujarnya, Selasa (18/11).

Meskipun begitu, ada juga sopir angkutan yang masih belum menaikkan tarif. Gani (50) sopir Mikrolet 37 jurusan Pulogadung–Senen mengatakan, belum menaikkan tarif angkutan, karena belum menerima keputusan dari pemerintah. Padahal, dirinya sendiri sudah mengisi BBM jenis premium dari harga lama sebesar Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter.

“Saya nggak berani naikkan, belum ada keputusan dari pemerintah. Nanti ditangkap lagi saya. Saya hanya minta kesadaran penumpang saja,” katanya saat ditemui di Terminal Senen, Jakarta Pusat.

Terkait hal itu, Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak mengatakan, saat ini pihak terkait masih membicarakan hal tersebut dan belum ada pengumuman ataupun Surat Keputusan (SK) mengenai kenaikan tarif. Dengan begitu, sopir angkutan umum tidak boleh menaikkan tarif secara sepihak.

“Tidak boleh ada yang menaikkan trif selama belum ada surat keputusan dari pemerintah. Jika ada yang nakal akan kami tindak dengan mengandangkan mobilnya,” tegasnya.

BERITA TERKAIT
Fasum di Terminal Kampung Melayu Butuh Perbaikan

Tarif Angkutan Umum Akan Naik Rp 1.500

Selasa, 18 November 2014 5829

Antrian Kendaraan di SPBU Sebabkan Kemacetan

Antrian Kendaraan di SPBU Sebabkan Kemacetan

Selasa, 18 November 2014 7925

bajaj bbg antri mengisi bahan bakar

Antrean di SPBG Petros Bikin Macet Jl Perintis Kemerdekaan

Selasa, 11 November 2014 8516

Gunakan Sopir Tembak, Trayek Angkutan Akan Dicabut

Gunakan Sopir Tembak, Trayek Angkutan Akan Dicabut

Jumat, 14 November 2014 4699

Puluhan Kendaraan Motor dan Mobil di Cabut Pentil di Jakarta Pusat

60 Kendaraan Terjaring Razia di Jakpus

Kamis, 11 September 2014 3904

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7100

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4791

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1791

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2446

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 972

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks