Jakbar Kesulitan Tertibkan Pengamen dan Pengemis

Sabtu, 15 November 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Lopi Kasim 4293

Pemkot Jakbar Kesulitan Tangani PMKS

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat mengaku kesulitan menertibkan keberadaan pengamen dan pengemis di wilayahnya, terutama yang beroperasi di angkutan umum. 

Sudah banyak laporan keberadaan pengamen dan pengemis di angkutan umum yang meresahkan penumpang

Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, Ismu Taryono, mengakui, keberadaan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), khususnya pengamen dan pengemis dengan berbagai modus di dalam angkutan umum sulit untuk ditertibkan.

“Sudah banyak laporan keberadaan pengamen dan pengemis di angkutan umum yang meresahkan penumpang. Kami sudah bekerja sama dengan polisi, Satpol PP, dan Dishub melakukan razia. Tapi, nyatanya tetap saja marak,” kata Ismu, Sabtu (15/11).

Menurut Ismu, keberadaan PMKS di beberapa titik yang menjadi lokasi mangkalnya PMKS diklaim sudah bersih dari PMKS. ”Ya, kalau kita lihatkan sudah mulai berkurang di beberapa titik yang rawan PMKS. Makanya mereka beralih ke angkutan umum,” ucapnya.

Agar tidak kembali ke jalan, lanjut Ismu, sebanyak 700 PMKS yang terjaring selama Januari-Oktober langsung dikirim ke Panti Sosial Kedoya untuk diberikan pembekalan dan pelatihan selama enam bulan.

”Mereka kita tertibkan, setelah itu diberikan pelatihan seperti kursus menjahit, berhias, dan sebagainya, setelah itu mereka dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing. Tapi, bila memang sudah meresahkan, kami akan bekerja sama dengan polisi untuk kembali melakukan razia,” tuturnya.

Yeni (32), salah satu penumpang Metromini B 91 jurusan Batusari-Grogol, menuturkan, dirinya sering takut jika naik angkutan umum. Pasalnya, banyak pengamen yang memaksa meminta uang kepada penumpang.

“Mereka (pengamen) meminta secara paksa sudah seperti preman. Kalau tidak dikasih terus maksa sampai dikasih sambil marah-marah,” ujar Yeni.

BERITA TERKAIT
 Jumlah PMKS di Jakarta Pusat Masih Cukup Tinggi.

1.305 PMKS Terjaring di Jakpus

Kamis, 13 November 2014 4617

Kembali Marak PMKS, Pengunjung Kota Tua Resah

PMKS Kembali Marak di Kota Tua

Senin, 03 November 2014 4288

Berdagang di Fasum 8 Gerobak PKL Diangkut

PKL di Taman Gajah Ditertibkan

Selasa, 04 November 2014 5113

pmks dan duit ilustrasi

Rp 4 M untuk Bina 700 PMKS di Jakbar

Kamis, 23 Oktober 2014 3784

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7113

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4803

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1897

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2474

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1017

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks