Antisipasi Banjir, 42 Saluran Air Dikeruk

Selasa, 21 Oktober 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 4628

Antisipasi Genangan, 42 Titik Saluran Air Dikeruk

(Foto: Nurito)

Banjir yang kerap melanda wilayah Jakarta Timur salah satunya disebabkan saluran air di wilayah tersebut dipenuhi sampah dan lumpur. 

Seluruh saluran air yang dikeruk ini berada di daerah titik rawan genangan. Ini menjadi skala prioritas kami di tahun ini

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan dan banjir saat musim hujan yang diperkirakan tiba pada awal November mendatang, Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air setempat mulai mengeruk sebanyak 42 titik saluran air yang selama ini menjadi langganan banjir. 

Ke-42 titik saluran air yang sedang dikeruk tersebut di antaranya terdapat di Jl Rusun Komarudin, Penggilingan. Kemudian di Jl Bulak Ringin, Jl SMPN 258, Jl Condet Raya di kawasan Kramatjati. Di Duren Sawit terdapat di  Jl Jeruk Raya, Jl Teluk Palu, Jl SMPN 135, Jl Mayang, Jl Pendidikan, dan Jl Wijaya Kusuma.

Di kecamatan Cipayung, antara lain terdapat di Jl Mandor Hasan, Jl Bambu Kuning, Jl Munjul RW 06, Jl Kramat Ganceng, Jl Suralaya, Cilangkap, Jl Raya Setu, Jl H Karim Setu, serta sejumlah titik lainnya.

Rata-rata panjang saluran air yang tengah dikeruk antara 500–1.000 meter. Seluruh saluran air yang dikeruk ini merupakan hasil usulan warga yang dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga tingkat kota.

Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur, Henry Dunant, mengatakan, 42 saluran air di sejumlah kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir tengah dikeruk. “Seluruh saluran air yang dikeruk ini berada di daerah titik rawan genangan. Ini menjadi skala prioritas kami di tahun ini. Ini sebagai antisipasi genangan saat musim hujan nanti,” ujar Henry Dunant, Selasa (21/10).

Dia menargetkan, pengerukan sampah dan lumpur di 42 saluran itu rampung pada pertengahan Desember mendatang. “Kami berharap dengan adanya program pengerukan saluran air ini, genangan akan terus berkurang saat musim hujan tiba,” ungkapnya.

Akibat sedimentasi yang terjadi, saluran air tersebut menjadi dangkal. Semula, saluran air dengan lebar 2 meter ini memiliki kedalaman 80-100 sentimeter. Namun kini telah dangkal hanya tinggal 40-an sentimeter.

BERITA TERKAIT
pengerukan saluran dangkal

Saluran Irigasi Pondok Randu Dikeruk

Rabu, 08 Oktober 2014 5866

keruk_lumpur_kali_istimewa.jpg

Saluran Jl Bisma Raya Tanjung Priok Dikeruk

Sabtu, 30 Agustus 2014 5837

2 Ton Lumpur Sisa Banjir Diangkat Dari Saluran Jl Bank

Pengerukan Saluran Air Hasilkan 2 Ton Lumpur

Kamis, 14 Agustus 2014 3963

Normalisasi Kali

Atasi Genangan, 62 Saluran Air Dikeruk

Selasa, 19 Agustus 2014 4306

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7063

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4726

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2294

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1059

Jrf2026 rezap

Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

Selasa, 27 Oktober 2026 2237

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks