Antisipasi Banjir, 42 Saluran Air Dikeruk

Selasa, 21 Oktober 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 4556

Antisipasi Genangan, 42 Titik Saluran Air Dikeruk

(Foto: Nurito)

Banjir yang kerap melanda wilayah Jakarta Timur salah satunya disebabkan saluran air di wilayah tersebut dipenuhi sampah dan lumpur. 

Seluruh saluran air yang dikeruk ini berada di daerah titik rawan genangan. Ini menjadi skala prioritas kami di tahun ini

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan dan banjir saat musim hujan yang diperkirakan tiba pada awal November mendatang, Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air setempat mulai mengeruk sebanyak 42 titik saluran air yang selama ini menjadi langganan banjir. 

Ke-42 titik saluran air yang sedang dikeruk tersebut di antaranya terdapat di Jl Rusun Komarudin, Penggilingan. Kemudian di Jl Bulak Ringin, Jl SMPN 258, Jl Condet Raya di kawasan Kramatjati. Di Duren Sawit terdapat di  Jl Jeruk Raya, Jl Teluk Palu, Jl SMPN 135, Jl Mayang, Jl Pendidikan, dan Jl Wijaya Kusuma.

Di kecamatan Cipayung, antara lain terdapat di Jl Mandor Hasan, Jl Bambu Kuning, Jl Munjul RW 06, Jl Kramat Ganceng, Jl Suralaya, Cilangkap, Jl Raya Setu, Jl H Karim Setu, serta sejumlah titik lainnya.

Rata-rata panjang saluran air yang tengah dikeruk antara 500–1.000 meter. Seluruh saluran air yang dikeruk ini merupakan hasil usulan warga yang dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga tingkat kota.

Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur, Henry Dunant, mengatakan, 42 saluran air di sejumlah kecamatan yang selama ini menjadi langganan banjir tengah dikeruk. “Seluruh saluran air yang dikeruk ini berada di daerah titik rawan genangan. Ini menjadi skala prioritas kami di tahun ini. Ini sebagai antisipasi genangan saat musim hujan nanti,” ujar Henry Dunant, Selasa (21/10).

Dia menargetkan, pengerukan sampah dan lumpur di 42 saluran itu rampung pada pertengahan Desember mendatang. “Kami berharap dengan adanya program pengerukan saluran air ini, genangan akan terus berkurang saat musim hujan tiba,” ungkapnya.

Akibat sedimentasi yang terjadi, saluran air tersebut menjadi dangkal. Semula, saluran air dengan lebar 2 meter ini memiliki kedalaman 80-100 sentimeter. Namun kini telah dangkal hanya tinggal 40-an sentimeter.

BERITA TERKAIT
pengerukan saluran dangkal

Saluran Irigasi Pondok Randu Dikeruk

Rabu, 08 Oktober 2014 5781

keruk_lumpur_kali_istimewa.jpg

Saluran Jl Bisma Raya Tanjung Priok Dikeruk

Sabtu, 30 Agustus 2014 5747

2 Ton Lumpur Sisa Banjir Diangkat Dari Saluran Jl Bank

Pengerukan Saluran Air Hasilkan 2 Ton Lumpur

Kamis, 14 Agustus 2014 3889

Normalisasi Kali

Atasi Genangan, 62 Saluran Air Dikeruk

Selasa, 19 Agustus 2014 4238

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2509

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1203

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 966

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 512

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 409

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks