2 Tahun Pimpin DKI, Jokowi Akui Masih Punya Hutang

Rabu, 15 Oktober 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Erikyanri Maulana 3990

jokowi_univ_tarumanegara1.jpg

(Foto: doc)

Selama dua tahun memimpin ibu kota, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku masih memiliki hutang kepada warganya. Meski sejumlah masalah belum terselesaikan, namun secara perlahan upaya penyelesaiannya mulai dijalankan dan hasilnya baru akan dirasakan untuk jangka waktu panjang.

Masalah kemacetan, tahun kemarin baru dimulai MRT-nya, monorel, dan light rapid transit

Berbagai program untuk menyelesaikan masalah utama di ibu kota seperti macet dan banjir pun terus dikerjakan Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Jokowi-Ahok. Seperti, pengerukan sejumlah waduk maupun pembuatan waduk baru.

"Hutang masih banyak. Banyak yang belum selesai. Seperti banjir baru dikerjakan beberapa waduk dan sungai," ujar Jokowi, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (15/10).

Sedangkan untuk mengurai kemacetan, pembangunan moda transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) tengah berlangsung dan baru bisa dinikmati masyarakat tahun 2017 mendatang. Lalu, memperbaiki sistem transportasi massal salah satunya dengan membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta yang akan menangani seluruh moda transportasi di ibu kota.

"Masalah kemacetan, tahun kemarin baru dimulai MRT-nya, monorel, dan light rapid transit," ujar Jokowi.

Adapun sejumlah program pro rakyat yang bisa langsung dirasakan manfaatnya dan dianggap sukses dalam dua tahun kepemimpinan Jokowi-Ahok yakni, program Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Tidak hanya itu, dalam dua tahun memimpin ibu kota, Jokowi juga berhasil memindahkan ribuan warga yang bermukim di atas Waduk Pluit ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Sehingga area waduk yang bertahun-tahun diduduki warga bisa dikembalikan fungsinya sebagai penampungan air.

Sebagai langkah untuk memberikan hunian layak bagi warganya, Jokowi juga membangun lima kompleks rusun dengan total kapasitas sekitar 1.200 hunian. Adapun, jumlah yang direncanakan dalam APBD 2014 yakni 8 kompleks rusun dengan total kapasitas 2.100 hunian.

Diantaranya, 3 tower rusunawa di KS Tubun, 3 tower di Rawa Buaya, 4 Blok di Cakung Barat dan lain-lain.

Meski telah banyak berbuat untuk warga ibu kota, Jokowi enggan menilai prestasinya sendiri. Dia meminta agar masyarakatlah yang memberikan penilaian terhadap kinerjanya selama dua tahun ini. "Kalau mau penilaian ya tanyakan sendiri ke masyarakat dong," tandasnya.

BERITA TERKAIT
saefullah_batik_istimewa.jpg

Ini Kata Saefullah Soal Kepemimpinan Jokowi-Ahok

Selasa, 14 Oktober 2014 5270

Main Bola Bersama SKPD, Jokowi Cetak Satu Gol

Main Futsal, Jokowi Cetak Satu Gol

Rabu, 15 Oktober 2014 6212

basuki t purnama baju ijo beritajakarta

Basuki Ingin Antar Jokowi ke Istana

Senin, 13 Oktober 2014 5616

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9255

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3225

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3645

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1941

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1511

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks