60 Persen Kebakaran di Jaktim Dipicu Listrik

Senin, 22 September 2014 Reporter: Hendi Kusuma Editor: Widodo Bogiarto 4434

jaya 65 ciliulitan

(Foto: Nurito)

Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Timur mencatat, 60 persen kasus kebakaran di wilayah itu terjadi akibat penggunaan listrik yang tidak sesuai standar.

Banyak yang curang dengan memodifikasi meteran listrik supaya bisa memakai listrik seenaknya kemudian rumahnya terbakar, mau untung malah rugi

"Sejak Januari sampai 22 September 2014 terjadi 141 kasus kebakaran di Jakarta Timur, dan 77 kasus di antaranya bermula dari listrik," kata Abdul Karim, Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Timur, Senin (22/9).

 

Menurut Karim, banyaknya kasus kebakaran karena listrik terjadi akibat masyarakat tidak memeriksa instalasi kelistrikan di rumahnya secara rutin. Selain itu, pencurian listrik pun dapat memicu terjadinya kebakaran.

"Di pemukiman padat penduduk, kami pernah jumpai masyarakat yang mengambil listrik secara tidak resmi. Mereka tidak memiliki meteran listrik serta menggunakan kabel yang tidak standar," ujar Karim.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Timur, Mulyanto mengimbau masyarakat menggunakan instalasi listrik sesuai standar, tidak memodifikasi meteran pengaman listrik, dan menggunakannya sesuai daya.

"Banyak yang curang dengan memodifikasi meteran listrik supaya bisa memakai listrik seenaknya kemudian rumahnya terbakar, mau untung malah rugi," kata Mulyanto.

Selain listrik, Sudin Damkar dan PB Jakarta Timur juga mencatat sepanjang tahun 2014 terjadi 64 kasus kebakaran disebabkan faktor lain, seperti kompor dan tabung gas. Akibat kasus kebakaran yang terjadi, kerugian materi yang timbulkan mencapai Rp 30,1 miliar dengan luas area kebakaran 37,198 m2. Selain itu sebanyak  214 kepala keluarga (KK) atau 3.441 warga kehilangan tempat tinggal.

"Korban meninggal dunia tiga orang dan korban luka bakar berat ada tiga orang. Sedangkan lima wilayah yang rawan kebakaran, yaitu Kecamatan Cakung, Kecamatan Duren Sawit, Kecamatan Kramatjati, Kecamatan Pulogadung dan Kecamatan Jatinegara," jelas Mulyanto.

BERITA TERKAIT
25 Tebakar di Kebon Kacang, Kerugian di Perkirakan mencapai Rp Tiga Milyar

Korban Kebakaran Butuh Seragam Sekolah

Minggu, 21 September 2014 4157

Warga Asrama Kodim Nikmati Layanan KTP dan KK di Lokasi Kebakaran

Korban Kebakaran Urus Dokumen Kependudukan

Sabtu, 20 September 2014 3570

lapak_kebakaran_ulujami.jpg

Kebakaran Gudang Kementerian ESDM Padam

Jumat, 19 September 2014 3380

lapak_kebakaran_ulujami.jpg

Kebakaran Gudang Kementerian ESDM Padam

Jumat, 19 September 2014 3380

Toko Mega Besi Ciganjur Terbakar

Kebakaran Hanguskan Toko Besi di Ciganjur

Kamis, 11 September 2014 12416

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 4264

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 687

IMG 20260203 191714

Pemprov DKI Gelar Tiga Sorti Operasi Modifikasi Cuaca Hari Ini

Selasa, 03 Februari 2026 481

Transjabodetabek blokM rezap

Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Diluncurkan Pekan Depan

Selasa, 03 Februari 2026 474

Imlek glodok jati

Perayaan Imlek di Jakarta Bakal Lebih Semarak dan Berwarna

Selasa, 03 Februari 2026 463

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks