Menelisik Sejarah Mobil REP-1 di Museum Joang 45

Rabu, 12 Juli 2017 Reporter: Keren Margaret Vicer Editor: Toni Riyanto 7780

Menguak Sejarah Mobil Rep. 1 di Museum Joeng 45

(Foto: Keren Margaret Vicer)

Keberadaan mobil berbalut warna hitam dengan kesan maskulin, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Museum Joang 45 atau juga dikenal Gedung Joang 45, Jl Menteng Raya, Kelurahan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Untuk merawat mobil itu, kita punya mekanik sendiri

Mobil yang diproduksi pada tahun 1939, bermerk Buick ini kaya akan nilai sejarah karena dahulunya menjadi kendaraan dinas bagi Presiden RI, Ir Soekarno. Tak heran, terpampang di bagian depan mobil ini plat bernomor REP-1.

Mobil yang hanya diproduksi sebanyak 1.415 unit ini menjadi bagian penting sejarah moda transportasi presiden pertama Republik Indonesia yang kerap dikenal dengan julukan "Penyambung Lidah Rakyat".

Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan DKI Jakarta, Sri Kusumawati mengungkapkan, mobil ini diserahkan Kepala Rumah Tangga Kepresidenan kepada Dewan Harian Nasional 45 untuk menjadi koleksi Museum Joang 45 pada 19 Mei 1979.

"Kalau museum ini (Museum Joang 45 -red) diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto," ujarnya, Rabu (12/7).

Ia menambahkan, mobil dinas presiden dan wakil presiden yang menjadi koleksi Museum Joang 45 rutin dilakukan perawatan.

"Mesin rutin dipanaskan, kalau ada kerusakan spare part langsung diperbaiki atau diganti. Untuk merawat mobil itu, kita punya mekanik sendiri," tandasnya.

Sementara, salah seorang karyawan Museum Joang 45, Untung Supardi (65) menuturkan, ada andil besar pejuang kemerdekaan bernama Sudiro yang berhasil merealisasikan mobil ini sebagai kendaraan dinas pertama yang digunakan Presiden Soekarno.

"Mobil ini menjadi peninggalan era penjajahan Jepang. Sudiro yang berinisiatif agar mobil ini bisa digunakan Presiden Soekarno ketika itu," tandasnya.

Selain mobil kepresidenan, di museum yang dulunya merupakan bangunan hotel bernama Schomper ini, pengunjung bisa melihat beragam koleksi benda bersejarah lainnya. Koleksi tersebut di antaranya, radio kuno, replika Samurai Gunto, kursi santai Bung Hatta, memorabilia Chaerul Saleh, hingga memorabilia dokter pribadi Bung Karno.

Bagi anda yang ingin datang berwisata, lokasi museum ini sangat mudah dijangkau. Terlebih, museum ini berada di tengah kota dan tak terlalu jauh dari destinasi wisata sejarah lainnya Monumen Nasional (Monas).

Sejumlah angkutan umum melayani rute yang melintasi Museum Joang 45. Seperti, dari arah Senen maupun Lebak Bulus dapat menggunakan Kopaja P 20 serta dari Kampung Melayu dan Tanah Abang bisa naik Kopaja T 502.

BERITA TERKAIT
Djarot Tandatangani PKS Program Permuseuman

Kerja Sama Program Permuseuman di DKI Ditandatangani

Kamis, 06 Juli 2017 3287

Museum Nasional Ramai Didatangi Pengunjung

Museum Nasional Ramai Pengunjung

Rabu, 28 Juni 2017 4501

Januari-Juni, Museum Joang 45 Dikunjungi 6.057 Wisatawan

Januari-Juni, Museum Joang 45 Dikunjungi 6.057 Wisatawan

Rabu, 12 Juli 2017 3408

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5324

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1384

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1451

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1380

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 561

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks