Saluran Air di Cipinang Tertutup Bangunan

Jumat, 29 Agustus 2014 Reporter: Nurito Editor: Agustian Anas 3717

Banyak Bangunan Liar dan material, saluran Air di Jl Pasar Induk Cipinang Tak Berfungsi

(Foto: doc)

Kondisi saluran air Jl Pasar Induk Beras Cipinang, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur sangat memprihatinkan. Saluran sepanjang satu kilometer itu kini sudah tidak berfungsi lagi akibat dipenuhi sampah dan tertutup bangunan liar.

Kami akan tertibkan seluruh bangunan liar dan material yang ada di atas saluran air itu

Pantauan beritajakarta.com di lapangan, saluran selebar 1,5 meter yang berada persis di depan Pasar Induk Beras Cipinang ini dipenuhi sampah. Tak hanya itu, persis di depan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berdiri sekitar 50 bangunan liar berupa bedeng, warung, bengkel las, hingga tempat penyimpanan barang bekas. Para pemilik bedeng kebanyakan beraktivitas sebagai pemulung, pengangkut sampah, hingga sopir truk beras di Pasar Induk Cipinang. Selain bedeng, saluran air ini juga tertutup oleh tumpukan material bangunan milik pedagang seperti pasir dan batu.

Edi (50), salah satu pemilik bedeng mengaku sudah tinggal di daerah itu sejak 8 bulan lalu. Edi yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir truk pengangkut beras di Pasar Induk Beras Cipinang mengaku menjadikan bedeng berukuran 2 x 3 itu sebagai tempat persinggahan dan istirahat

"Di sini sih cuma untuk istirahat. Kalau pas lagi kirim barang ke Tangerang, ya saya pulang ke rumah di Balaraja," ujar Edi, Jumat (29/8).

Husen (50), pemilik pangkalan pasir mengatakan, banyak pedagang meletakkan barang dagangannya di sekitar saluran air karena mudah untuk bongkar muat. "Ya, memang banyak material yang diletakkan di pinggir saluran air karena saluran air sudah tidak berfungsi," ujarnya.

Kasie Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air Sudin PU Tata Air Jakarta Timur, Supriyatno mengatakan, kawasan Jl Pasar Induk Beras Cipinang sebenarnya sudah pernah ditertibkan Oktober 2013 lalu. Namun, kini kembali marak bangunan liar.

Pihaknya berjanji akan menertibkan kembali seluruh bangunan liar dan material bangunan yang ada di atas saluran air sepanjang sekitar satu kilometer tersebut. Namun sebelum ditertibkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pemilik bedeng dan material bangunan. Jika tidak dihiraukan, akan dilanjutkan dengan melayangkan surat peringatan hingga pembongkaran paksa.

"Kami akan tertibkan seluruh bangunan liar dan material bangunan yang ada di atas saluran air itu. Kami akan koordinasi dengan pengelola Pasar Induk Beras Cipinang, aparat kelurahan, dan pengurus RW. Kami berharap mereka segera membersihkan sendiri bedeng-bedengnya. Jika tidak, kami tertibkan secara paksa," ujar Supriyatno.

Penertiban akan dilakukan paling cepat mulai pekan depan menggunakan alat berat jenis becho. Usai ditertibkan, saluran air tersebut akan dinormalisasi.

BERITA TERKAIT
Kembalikan Fungsi Taman, 112 Bangunan dibongkar

112 Bangunan di Taman Putra Putri Dibongkar

Kamis, 28 Agustus 2014 5197

2 Ton Lumpur Sisa Banjir Diangkat Dari Saluran Jl Bank

Atasi Genangan, 30 Saluran Penghubung Dikeruk

Rabu, 27 Agustus 2014 3547

Berdiri Diatas Saluran Air, 33 Bangunan Liar dibongkar

33 Bangunan di Atas Saluran Air Dibongkar

Rabu, 20 Agustus 2014 5298

Kembalikan Fungsi Taman, 112 Bangunan dibongkar

112 Bangunan di Taman Putra Putri Dibongkar

Kamis, 28 Agustus 2014 5197

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 6063

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7223

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4924

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3636

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2723

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks