Minggu, 26 Januari 2014
Reporter: Lopi Kasim
Editor: Dunih
3019
(Foto: doc)
Jika banjir di sejumlah wilayah ibu kota mulai surut, tidak demikian halnya dengan Underpass Kemayoran di Jl Landas Pacu Timur, Kemayoran, Jakarta Pusat. Air yang semula merendam underpass hingga kedalaman 7 meter, kini hanya surut sedikit dan masih tersisa sekitar 6 meter.
Belum surutnya underpass dimanfaatkan warga setempat sebagai arena memancing. Padahal, di lokasi telah dipasang garis polisi, dan terdapat petugas kepolisian melakukan penjagaan. Namun, tidak menyurutkan warga setempat datang untuk berburu ikan yang terlepas dari kolam pemancingan yang kebanjiran.
Aris (35), warga Kemayoran mengatakan, terendamnya underpass kerap terjadi setiap tahun. Ketika terendam, biasanya akan banyak ikan yang terjebak dan terseret arus ke dalam underpass.
"Biasanya memang begini, kalau terendam akan banyak ikan masuk. Asalnya dari mana kita nggak tahu, mungkin terseret arus dari kolam pemancingan atau saluran air," ujarnya, Minggu (26/1).
Wakil Camat Kemayoran, Uus Kuswanto mengatakan, hujan yang masih mengguyur menjadi salah satu kendala penyedotan underpass. Pihaknya juga telah menghubungi Sudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Pusat dan Pusat Pengelola Kompleks Kemayoran (PPKK) untuk melakukan penyedotan. Penyedotan kemungkinan akan dilakukan jika kondisi cuaca memungkinkan.
"Iya, masih terendam, tapi sudah dipasang police line agar tidak ada warga yang masuk. Kalau memancing juga harus hati-hati. Di lokasi juga sudah ada personel kepolisian yang berjaga-jaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Nanti kemungkinan kalau cuaca sudah memungkinkan segera disedot," ucapnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu
Jumat, 30 Oktober 2026
7117
Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global
Sabtu, 31 Oktober 2026
4806
Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng
Senin, 02 November 2026
1913
Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap
Jumat, 30 Oktober 2026
2477
5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT