Pemindahan Makam Kapuk Teko Molor

Selasa, 19 Agustus 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Lopi Kasim 4943

TPU Kapuk Teko

(Foto: doc)

Pemindahan ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kapuk Teko, Cengkareng, Jakarta Barat, yang semula ditargetkan selesai pada bulan September dipastikan molor. Pasalnya, pihak Suku Dinas Pemakaman Jakarta Barat masih menunggu proses pencairan anggaran yang diajukan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2014 (APBD-P).

Rencananya pemindahan makam akan tuntas September ini. Tapi, karena anggarannya sampai saat ini tak kunjung cair, maka kami targetkan pertengahan Desember makam tersebut dipindahkan

Kasie Angkutan Pemakaman dan Pemulasaran Jenazah, Sudin Pemakaman Jakarta Barat, Nasrun Lubis mengatakan, pihaknya belum mengetahui kapan pemindahan 3.810 makam di TPU Kapuk Teko ke TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat bisa dilakukan. Sebab, pihaknya masih menunggu pencairan anggaran sebesar Rp 5 miliar yang diajukan dalam APBD-P.  Untuk melakukan pemindahan makam, pihaknya membutuhkan waktu sekitar 90 hari.  

“Rencananya pemindahan makam akan tuntas September ini. Tapi, karena anggarannya sampai saat ini tak kunjung cair, maka kami targetkan pertengahan Desember makam tersebut dipindahkan,” ujar Nasrun, Selasa (19/8).

Mengenai banjir yang kembali menggenangi makam tersebut, menurut Nasrun, bukan lantaran pihaknya lambat atau kurang melakukan koordinasi. Saat TPU kering bulan Mei 2014 lalu, pihaknya tengah melakukan pendataan dan membuka pendaftaran bagi ahli waris yang mengenali makam untuk kemudian dipindahkan.

Hingga pendaftaran ditutup pada 4 Agustus lalu, lanjut Nasrun, pihaknya mencatat sedikitnya 20 persen atau sekitar 300 ahli waris makam dan ingin dipindahkan. Sisanya, dimasukkan dalam kategori tidak dikenal dan terpaksa dipindahkan secara massal. Namun, untuk teknisnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kalau dibilang cuma-cuma tidak juga, sebab saat kering kemarin kami pastikan jika makam itu masih ada dan harus dipindahkan. Namun karena anggarannya belum ada ya kami terpaksa harus menunggu. Kami kan bukan seperti Sudin PU yang memiliki dana tanggap darurat,” jelas Nasrun.

Seperti diketahui, anggaran sebesar Rp 500 juta dan ratusan tenaga dikerahkan untuk melakukan pengeringan di Kampung Apung, Kelurahan Kapuk. Namun, dana dan tenaga tersebut terkesan sia-sia lantaran saat ini TPU Kapuk Teko kembali terendam.  

Pada April hingga Mei 2014 lalu, Suku Dinas PU Air Jakarta Barat telah membersihkan sampah dan melakukan pengeringan di wilayah seluas 2 hektare yang merendam 200 rumah dan 3.810 makam di RW 01 dengan anggaran swakelola sekitar Rp 500 juta. Namun, setelah kering dan 3.810 makam terlihat, Suku Dinas Pemakaman tidak segera memindahkan dengan alasan belum ada anggaran.

BERITA TERKAIT
apung.jpg

3.810 Makam di Kapuk Teko Bakal Dipindahkan

Kamis, 27 Maret 2014 5045

Hari Pertama Lebaran, TPU Tegal Alur dan Utan Jati Ramai Dikunjungi Peziarah

TPU Tegal Alur & Utan Jati Ramai Didatangi Peziarah

Senin, 28 Juli 2014 10628

 Pemkot Jakbar Minta Ahli Waris Makam Kampung Apung Segera Melapor

Genangan di TPU Kapuk Teko Surut

Senin, 19 Mei 2014 4669

Hari Lebaran Kedua, TPU Karet Bivak Dipadatin Ribuan Pengunjung

TPU Karet Bivak Dipadati Ribuan Peziarah

Selasa, 29 Juli 2014 5652

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9247

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3217

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3636

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1932

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1502

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks