Lahan Parkir Blok G Tanah Abang Tidak Memadai

Kamis, 07 Agustus 2014 Reporter: Suriaman Panjaitan Editor: Dunih 5038

pasar_blok_g_2.jpg

(Foto: doc)

Tidak memadainya lahan parkir di Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, membuat aktivitas perdagangan di tempat tersebut relatif sepi dari pengunjung. Bahkan, untuk menampung kendaraan pedagang setempat saja, lahan parkir yang ada sudah tidak mampu lagi.

Jangankan untuk menampung kendaraan pengunjung, pedagang yang jumlahnya mencapai 700 orang itu terkadang kendaraannya sering tidak tertampung

"Jangankan untuk menampung kendaraan pengunjung, pedagang yang jumlahnya mencapai 700 orang itu terkadang kendaraannya sering tidak tertampung," ujar Namen Suhandi, Manajer Blok G Pasar Tanah Abang, Kamis (7/8).

Menurutnya, keterbatasan lahan parkir tersebut berakibat arus kendaraan di sekitar Blok G kerap menyemut. Situasi ini dikatakan Namen juga menjadi faktor pengunjung malas datang untuk berbelanja di sana. "Karena macet, pengunjung jadi ogah untuk datang ke lokasi berbelanja," jelas Namen.

Karena itu, untuk menarik minat pengunjung selain mulai mengoperasikan eskalator, pengelola Blok G juga berencana memperluas lahan parkir di sekitar lokasi tersebut. Lahan yang akan dijadikan untuk perluasan parkir Blok G tersebut dengan membebaskan lahan milik warga. Namun, walau rencana itu sudah ada, pihaknya belum sampai pada tahapan sosialisasi. "Rencananya tanah milik warga yang berada di belakang gedung ini yang akan dijadikan lahan buat parkir. Tapi kita sampai saat ini belum sosialisasikan ke warga, karena buat pembebasan lahan itu wewenangnya ada di Pemprov," katanya.

Salma (35), Ketua RT 02/009 mengakui, sudah mengetahui akan adanya isu perluasan lahan parkir oleh pihak pengelola gedung Blok G. Dirinya mengatakan walau masih sebatas isu, dirinya setuju saja akan rencana tersebut. "Warga saya setuju saja, asalkan biaya penggantiannya sesuai keinginan warga," terang Salma.

Ia mengatakan, warganya setuju melepas lahannya, asalkan Pemprov DKI membayar lahan sebesar Rp 15-20 juta per meter. Besaran itu menurut Salma sangat wajar, mengingat letak tempat tinggal warga sangat strategis. "Saya pikir cukup wajar kita minta segitu, mengingat lokasi ini (Blok G) merupakan posisi yang strategis. Pasar Tanah Abang itu kan kawasan tekstil terbesar se-Asia Tenggara, kalau kita dapat dengan nilai segitu, wajar kok," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pedagang Pakaian Pasar Blok G Jadi Penjual Makanan-Minuman

Pedagang Pakaian di Blok G Beralih Jual Makanan

Sabtu, 19 Juli 2014 51966

pasar_blok_g_2.jpg

Eskalator Pasar Blok G Rampung Bulan Puasa

Minggu, 15 Juni 2014 5349

.

Penertiban di Bongkaran Tanah Abang Tanpa Perlawanan

Senin, 04 Agustus 2014 5445

Angkot dan Pengojek Stasiun Tanah Abang Luput dari Penindakan

Angkot dan Ojek Bikin Semrawut Tanah Abang

Rabu, 18 Juni 2014 6236

pasar_blok_g_2.jpg

Pedagang Tasik Akan Dipindahkan ke Blok G

Jumat, 18 Juli 2014 5139

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2493

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1200

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 958

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 506

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 1101

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks