150 Lapak PKL di Ciracas Ditertibkan

Kamis, 07 Agustus 2014 Reporter: Nurito Editor: Widodo Bogiarto 3252

penertiban pkl beritajakarta

(Foto: doc)

Sedikitnya 150 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jl Raya Bogor dan Jl Raya Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur ditertibkan petugas Satpol PP, Kamis (7/8). Tidak ada perlawanan dari pedagang saat lapak dan tenda mereka diangkut petugas ke mobil truk yang telah disiapkan. 

Kami sudah peringatkan berkali-kali agar tidak berjualan di atas taman dan jalur yang ada di sepanjang Jl Raya Bogor, namun mereka tak pernah mengindahkan

Penertiban ini dilakukan karena keberadaan PKL sudah sangat meresahkan. Mereka yang ditertibkan itu berjualan di sepanjang jalur dan taman yang ada di Jl Raya Bogor sebanyak 100 PKL dan di depan Pasar Ciracas sebanyak 50 PKL.

Camat Ciracas, Romi Sidharta mengatakan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya sudah memberikan peringatan secara lisan maupun tertulis pada PKL yang berjualan di dua lokasi tersebut. Namun sayang, peringatan tak pernah diindahkan sehingga pihaknya mengambil tindakan tegas. Seluruh lapak dan tenda milik PKL ini langsung diangkut dan dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung, Jakarta Timur untuk dimusnahkan.

“Kami sudah peringatkan berkali-kali agar tidak berjualan di atas taman dan jalur yang ada di sepanjang Jl Raya Bogor, namun mereka tak pernah mengindahkan. Termasuk yang berjualan di depan Pasar Ciracas kita tertibkan karena mengganggu kelancaran lalu lintas hingga kerap terjadi kemacetan di Jl Raya Ciracas,” ujar Romi Sidharta.

Ratusan PKL yang berjualan di sepanjang Jl Raya Bogor ini umumnya berjualan biskuit, buah-buahan atau warung kopi. Di lokasi tersebut mereka membuat tenda atau gubuk berukuran sekitar 2x3 meter.

Sedangkan di Jl Raya Ciracas, tepatnya di depan Pasar Ciracas, PKL berjualan sayur mayur, perabotan rumah tangga, atau pakaian. Namun petugas hanya mengamankan lapak mereka yang diangkut ke truk untuk dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung. Sementara  dagangan mereka dibawa pulang pemiliknya masing-masing.

Soleh (45), salah seorang pedagang biskuit mengaku pasrah saat lapaknya berupa meja berukuran 1x2 meter itu diangkut petugas. Ia mengaku berjualan di atas jalur lantaran tempatnya teduh di bawah pohon rindang. Terlebih ia tak sendiri berjualan di lokasi tersebut, melainkan banyak pedagang lainnya yang menggelar lapak. 

“Yang jualan di sini banyak, makanya saya ikut-ikutan berjualan di bawah pohon. Tempatnya adem dan banyak pengendara yang mampir ke sini untuk membeil kue. Kalau sekarang tidak boleh berjualan lagi, ya bingung harus jualan dimana lagi,” ujar Soleh.

BERITA TERKAIT
Malam Hari, PKL hingga Mobil Tukang Obat Jualan Bebas di Monas

Ratusan PKL Kembali Geruduk Monas

Rabu, 06 Agustus 2014 13756

pasar lokomotiv jatinegara

PKL Marak, Omset Pedagang Pasar Lokomotif Merosot

Rabu, 06 Agustus 2014 7441

Pedagang Kaki Lima PKL Monas

Basuki: Penertiban PKL Monas Lebih Mudah Dibanding Tanah Abang

Selasa, 05 Agustus 2014 12700

Sebanyak 3.500 lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) ditertibkan Pemkot Jakarta Barat.

Sejak Malam Takbiran, 3.500 PKL Ditertibkan

Senin, 04 Agustus 2014 3617

Penertiban PKL IRTI Monas Diundur

Selasa, 05 Agustus 2014 5315

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7117

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4806

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1915

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2477

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1024

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks