Penyerapan APBD Rendah, SKPD Diminta Profesional

Jumat, 18 Juli 2014 Reporter: Nurito Editor: Widodo Bogiarto 5967

anggaran ilustrasi

(Foto: doc)

Seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Perangkat Daerah/Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD/UKPD) diimbau untuk bersikap bijak, profesional dan jangan hanya mengeluh terkait masih rendahnya penyerapan APBD DKI Jakarta yang masih di bawah 10 persen. Apalagi saat ini untuk menyelesaikan persoalan minimnya penyerapan anggaran sudah ada  Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) yang mendampingi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Seluruh SKPD dan UKPD harus bekerja semaksimal mungkin agar penyerapan anggaran dapat tercapai 100 persen dan tepat penggunannya

"Seluruh SKPD dan UKPD harus bekerja semaksimal mungkin agar penyerapan anggaran dapat tercapai 100 persen dan tepat penggunannya. Khusus untuk program yang bersinggungan dengan pemerintah pusat, pastinya akan dibantu oleh UKP4, sehingga SKPDn dan UKPD tak perlu khawatir," kata Taufik Yudi Mulyanto, Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), saat melakukan kunjungan ke kantor walikota administrasi Jakarta Timur, Jumat (18/7).

Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI ini memberi contoh di Suku Dinas Kesehatan yang akan membangun puskesmas. Apabila dalam proses lelang ditemukan kendala program penghapusan aset, maka bisa meminta bantuan UKP4 dan LKPP untuk menjembataninya ke Badan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI.

“Penghapusan aset itu kan ditangani BPKD. Makanya BPKD harus perhatikan penghapusan aset ini. Jika tak ditanggapi, maka SKPD dan UKPD bisa meminta ke LKPP dan UKP4 untuk dijembatani ke BPKD,” ujar Taufik.

Taufik menyebutkan, seluruh SKPD/UKPD harus bekerja dengan sence of crisis, bekerja secara optimal. Melihat pengadaan barang dan jasa dalam lingkup manajemen. Artinya, daya serap anggaran saat ini masih minim karena keberadaan pengadaan barang dan jasa terpusat di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Persoalannya adalah berkas lelang itu saat ini banyak menumpuk di ULP. Karena itu SKPD/UKPD harus bekerja bersama-sama.

"Awalnya kan ada anggapan kalau berkas masuk ULP, maka tidak perlu apa-apa lagi para SKPD/UKPD. Sebaliknya ULP itu kan mengeksekusi bagaimana proses penentuan setelah berkas-berkas memenuhi syarat. Nah berkas-berkas ini bisa memenuhi syarat jika dilengkapi SKPD/UKPD masing-masing," lanjut Taufik.

Selanjutnya untuk mempercepat penyerapan anggaran dan proses pembangunan, selain menggunakan manajemen krisis juga harus menggunakan sistem desk. Artinya antara ULP, SKPD, BPKD dan Bappeda duduk satu meja untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Dengan demikian tidak ada lagi melihat batasan waktu atau jam kerjanya tak mengikuti jam kantor namun juga harus di luar jam kantor.

BERITA TERKAIT
Saefullah Akan Benahi Persoalan Penyerapan APBD 2014

Saefullah Fokus Benahi Penyerapan APBD 2014

Jumat, 11 Juli 2014 4743

ahok_jumat_dok.jpg

Basuki Dukung DPRD Bentuk Pansus Tindaklanjuti Temuan BPK

Jumat, 11 Juli 2014 3470

Padahal, peralatan olahraga dan perlengkapan para atlet tersebut sangat dibutuhkan menjelang pelaksa

508 Paket Kegiatan Selesai Proses Lelang di ULP

Kamis, 17 Juli 2014 5179

Basuki : Sebagian SKPD Belum Susun Harga Satuan Barang

Sejumlah SKPD Belum Susun Harga Satuan Barang

Senin, 14 Juli 2014 4222

Padahal, peralatan olahraga dan perlengkapan para atlet tersebut sangat dibutuhkan menjelang pelaksa

Pengadaan Alat Olahraga KONI DKI Tunggu Lelang ULP

Rabu, 02 Juli 2014 10069

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3841

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 738

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 648

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1520

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1134

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks