DKI Siap Kelola PDS HB Jassin

Sabtu, 27 Agustus 2016 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Budhi Firmansyah Surapati 7779

PDS HB Jassin Sempat Setuju Diambilalih DKI

(Foto: Erna Martiyanti)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap untuk mengelola Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin. Mengingat bantuan tidak bisa diberikan lagi kepada yayasan karena terbentur aturan yang berlaku.

Pemprov DKI tidak mentelantarkan mereka. Kita sudah membuka ruang agar kami bisa kelola

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta, Tinia Budiati mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak yayasan terkait rencana tersebut. Karena sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 32 tahun 2011 tentang pedoman dan pemberian hibah dan bantuan sosial yang bersumber dari APBD, bantuan hanya diperbolehkan maksimal tiga kali berturut-turut.

"Pemprov DKI tidak mentelantarkan mereka (yayasan, red). Kita sudah membuka ruang agar kami bisa kelola," kata Tinia, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/8).

Tinia menambahkan, untuk bisa mengambil alih, pihak yayasan harus menyerahkan aset kepada Pemprov DKI Jakarta terlebih dahulu. Nantinya PDS HB Jassin akan berbentuk Unit Pengelola Teknis (UPT) di bawah BPAD DKI.

"Kami harus mengikuti aturan yang ada. Makanya kami harus mencari cara agar HB Jassin terselamatkan tapi kami tidak melanggar peraturan. Mereka tetap bisa melestarikan yayasan tersebut, kami terbuka," ujarnya.

Menurut Tinia, cara tersebut adalah solusi agar dana dari Pemprov DKI Jakarta tetap bisa masuk. Kendati demikian, yayasan sebenarnya juga sudah mendapatkan bantuan dari Pemprov DKI, mengingat mereka menggunakan aset bangunan dan lahan milik DKI. Selain itu, untuk kebersihan dan keamanan, juga dilakukan oleh Pemprov DKI. Karena mereka berada di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang merupakan aset DKI juga.

DKI sudah mengambil alih yayasan sejak tahun 2011. Namun hingga saat ini pihak yayasan masih tarik ulur. Mereka belum menyutujui rencana dari Pemprov DKI Jakarta ini. 

"Mereka belum mau, masih tarik ulur. Kami tidak tahu apa masalahnya. Padahal kami sangat terbuka," tuturnya.

Karya sastra yang ada di PDS HB Jassin, lanjut Tinia, memerlukan perawatan yang optimal agar bisa dimanfaatkan oleh generasi seterusnya. Hal itu memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. 

"Ini tentu tidak murah dan membutuhkan biaya serta keahlian untuk mengelola dengan baik. Dimanfaatkan dan dikembangkan bukan cuma disimpan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Djarot Optimistis Jajaran PT Transjakarta Mampu Datangkan Keuntungan Dari Aset Yang Dikuasai

PT Transjakarta Bisa Peroleh Keuntungan dari Pengelolaan Aset

Kamis, 25 Agustus 2016 9035

PD Pasar Jaya Targetkan Ambilalih Parkir di 37 Lokasi Pasar Tradisional

Pengambil Alihan Pengelolaan Parkir Sasar 37 Pasar

Rabu, 24 Agustus 2016 5557

15 Peserta Diklat Kunjungi Gedung Arsip DKI

Peserta Diklat Arsiparis Kunjungi Gedung Arsip DKI

Rabu, 24 Agustus 2016 6745

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5015

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1281

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1436

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1364

Cuaca cerah Jakarta jati

Langit Jakarta Diprakirakan Cerah Hari Ini

Kamis, 18 Juni 2026 552

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks