Disdik Copot Kepsek dan Wakepsek SMAN 3

Kamis, 10 Juli 2014 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 13939

SMAN 3 Jakarta

(Foto: doc)

Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mencopot kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMAN 3 Setiabudi, Jakarta Selatan. Pemberhentian keduanya dilakukan setelah terjadi tindak kekerasan terhadap siswa yang diduga dilakukan oleh seniornya. Kebijakan tersebut setelah melihat perkembangan kasus yang dilakukan oleh pihak kepolisian.  

Untuk Kepsek dan wakepsek-nya, besok akan diberikan surat pemberhentian dari jabatannya

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, mengatakan, Jumat (11/7) besok, dirinya akan menandatangani surat pemberhentian Kepala Sekolah SMA Negeri 3, Ni Ketut Diah Chaerani dan Wakil Kepala Sekolah, La Ode Makbudu. "Untuk Kepsek dan wakepsek-nya, besok akan diberikan surat pemberhentian dari jabatannya," kata Lasro, Kamis (10/7).

Dikatakan Lasro, pihaknya masih belum memastikan keduanya akan dimutasi kemana. Namun keduanya tidak akan mndapatkan jabatan kembali, hanya akan menjadi guru atau staf di Dinas Pendidikan. "Bisa jadi guru atau staf Dinas Pendidikan," ucapnya.

Menurut Lasro, keduanya dianggap lalai dalam mengontrol ‎siswa-siswanya melakukan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa siswa lain. Sementara dua guru pembimbing ekstrakurikuler pecinta alam di SMA Negeri 3 telah resmi dibebastugaskan pada Selasa (24/6/2014) lalu.

Sementara untuk kegiatan pecinta alam di ibu kota, surat resmi pembekuannya baru akan keluar pada Senin pekan depan. "Kalau kegiatan pecinta alam di SMA 3 dan SMA 8 sudah dibekukan. Nanti Senin (14/7), kami akan berhentikan sementara kegiatan pecinta alam di Jakarta, secara tertulis," ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Arfiand Caesar Al-Irhami (16), siswa kelas X SMA Negeri 3 meninggal dunia pada Jumat (20/6) di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan. Dia diketahui telah mengikuti pelatihan selama satu minggu di Tangkuban Parahu, Jawa Barat, untuk ekstrakurikuler pencinta alam.‎ Ditemukan banyak luka lebam dalam tubuh Arfiand.

Sementara itu, lima senior Arfiand yang diduga menganiaya Arfiand telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke Rutan Salemba dan Pondok Bambu. Selang beberapa waktu kemudian, Padian Prawiro Dirya (16) yang juga mengikuti kegiatan itu, meninggal dunia, karena digigit ular.

BERITA TERKAIT
ante korban Endar (39) mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan sekitar pukul 13.30 untuk melaporka

Ikut Kegiatan Ektrakurikuler, Siswa Tewas

Jumat, 20 Juni 2014 6145

ilustrasi jenazah

Polisi Temukan Titik Terang Tewasnya Siswa SMA 3 Setiabudi

Senin, 23 Juni 2014 6845

SMAN 3 Jakarta

Kegiatan Pecinta Alam SMAN 3 Dibekukan

Selasa, 24 Juni 2014 7256

SMAN 3 Jakarta

2 Guru SMAN 3 Dinonaktifkan Sementara

Selasa, 24 Juni 2014 5514

marbun larso

Disdik Larang Ekstrakurikuler Pecinta Alam di Sekolah

Senin, 30 Juni 2014 12531

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2930

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1273

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 504

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1285

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1089

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks