Kegiatan Pecinta Alam SMAN 3 Dibekukan

Selasa, 24 Juni 2014 Reporter: Rio Sandiputra Editor: Agustian Anas 7344

SMAN 3 Jakarta

(Foto: doc)

Tewasnya siswa kelas X SMAN 3 Jakarta Arfiand Caesar Al Irhami (16) yang diduga karena dianiaya seniornya berbuntut panjang. Bukan hanya masuk ke ranah hukum, kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam yang ada pun dibekukan oleh pihak sekolah.

Kita sudah bekukan kegiatan ekstrakulikuler pecinta alam. Sampai kasus ini selesai nanti kita lihat perkembangannya

"Kita sudah bekukan kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam. Sampai kasus ini selesai nanti kita lihat perkembangannya," ujar La Ode Makbudu, Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta Bidang Kesiswaan, Selasa (24/6).

Menurut La Ode, pihaknya juga mengetahui bahwa pengurus dan alumni dari ekstrakurikuler tersebut sudah mengadakan pertemuan. Namun pihak sekolah mengaku tidak ingin mencampuri urusan mereka. "Mereka sudah berkumpul dari angkatan 1 hingga angkatan 35 untuk membahas permasalahan ini. Tapi saya tidak ingin mencampurinya," kata La Ode.

La Ode mengatakan, dari sekolah menyerahkan seluruh permasalahan ini ke pihak kepolisian. Karena untuk kewenangan penyidikan ada di pihak berwajib. "Dari siswa dan guru pendamping memang sudah kita minta keterangan, dan jawaban mereka lebam itu karena jatuh. Tapi kami menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian dan dokter yang menangani karena mereka yang berwenang dan memiliki ilmunya," jelasnya.

La Ode berjanji, jika memang ada bukti keterlibatan siswa sekolahnya pasti akan diberikan sanksi. "Kalau memang sudah terbukti, kita juga pihak sekolah mempunyai tata tertib. Pasti akan ada sanksinya," tegas La Ode.

Selain Arfiand, La Ode mengakui ada 2 siswa lagi peserta kegiatan pecinta alam yang diadakan di Tangkuban Perahu, Jawa Barat itu yang dirawat di rumah sakit. Satu orang di RS Jakarta, dan seorang siswa lagi masih di RS Hasan Sadikin Bandung. "Yang di Rumah Sakit Jakarta itu ada kuku jarinya lepas, dan memar seperti di punggung. Untuk yang dirawat di Bandung saya belum tahu kondisinya, tapi sudah ada guru yang diutus ke sana," ungkapnya yang mengaku tidak hafal nama kedua siswa kelas X tersebut.

Arfiand tewas pada Jumat (20/6) lalu, setelah mengikuti pelatihan pecinta alam dari ekstrakurikuler sekolahnya di Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Ia diduga tewas setelah dianiaya oleh seniornya. Karena terdapat lebam di beberapa bagian tubuhnya. Hasil otopsi menyatakan adanya pukulan benda tumpul yang mengakibatkan luka dalam.

Hingga Senin (23/6) kemarin, pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa 7 orang saksi. Mereka yang diperiksa adalah siswa yang ikut dalam kegiatan, guru pendamping, dan juga pihak keluarga korban.

BERITA TERKAIT
ilustrasi jenazah

Polisi Temukan Titik Terang Tewasnya Siswa SMA 3 Setiabudi

Senin, 23 Juni 2014 6928

ante korban Endar (39) mendatangi Mapolres Metro Jakarta Selatan sekitar pukul 13.30 untuk melaporka

Ikut Kegiatan Ektrakurikuler, Siswa Tewas

Jumat, 20 Juni 2014 6196

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7121

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4809

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1925

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2478

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1028

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks