Pendataan Korban Vaksin Palsu Ricuh

Sabtu, 16 Juli 2016 Reporter: Nurito Editor: Rio Sandiputra 5035

 Pendataan Korban Vaksin Palsu Diwarnai Kericuhan

(Foto: Nurito)

Pendataan korban vaksin palsu di RS Harapan Bunda, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur diwarnai kericuhan, Sabtu (16/7).

Karena takutnya vaksin palsu lagi

Pelayanan aduan di posko semula berjalan lancar. Semua warga didata nama orangtua dan anak serta jenis vaksin yang diberikan. Namun saat sejumlah korban menanyakan tindak lanjut dari verifikasi data ini, petugas malah menyebut mereka juga merupakan korban oknum dokter.

Kondisi ini rupanya memancing emosi warga. Petugas dan warga korban vaksin palsu pun saling bersitegang. Mereka saling gebrak meja dan menuding dengan suara saling kencang. Bahkan sejumlah meja dan kursi, nyaris dibalikkan oleh massa. Beruntung aksi ini berhasil diredam aparat kepolisian dan TNI yang berjaga di tempat tersebut.

Sebelumnya keributan juga terjadi saat Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana memberikan keterangan. Bambang didampingi perwakilan manajemen rumah sakit. Namun massa tak puas mendengar jawaban manajemen hingga akhirnya terjadi keributan.

Andika Burhansyah (31), salah seorang korban vaksin palsu mengatakan,  petugas hanya mendata nama orangtua, anak dan  jenis vaksin yang diberikan. Ia sendiri mengaku memiliki dua anak yang semuanya lahir dan divaksin di RS Harapan Bunda. Anak pertama usia dua tahun dan yang kedua baru lima bulan.

"Anak kedua lahir Maret, baru divaksin tiga kali. Sekarang mau ke empat jadi khawatir. Karena takutnya vaksin palsu lagi," katanya.

Diakuinya, belakangan ini anak pertamanya sering demam tinggi. Sedangkan anak kedua daya tahan tubuh berkurang. Ia tidak tahu apakah itu dampak dari vaksin palsu atau bukan. Sebab harus ada penelitian lebih lanjut.

Berdasarkan data yang ada di posko pengaduan, hingga pukul 16.00 jumlah warga yang sudah didata di posko pengaduan itu sekitar 400 orang. Pendataan dibuka dengan dilayani oleh lima petugas.

Di posko ini petugas hanya mendata nama pasien dan jenis vaksin. Nantinya data akan diverifikasi paling lambat seminggu ke depan. Verifikasi dilakukan oleh Satgas Vaksin Palsu, yang di dalamnya terdapat unsur Kemenkes, Bareskrim Mabes Polri dan pihak terkait lainnya.

BERITA TERKAIT
Dinkes Buka Posko Pengaduan Vaksin Palsu di Puskesmas

DKI Buka Posko Pengaduan Vaksin Palsu di Puskesmas

Sabtu, 16 Juli 2016 7354

 Korban Vaksin Palsu Tagih Pengoperasian Posko Pengaduan

Korban Vaksin Palsu Tagih Pengoperasian Posko Pengaduan

Sabtu, 16 Juli 2016 4363

Klinik Vaksin Palsu Ditemukan di Duren Sawit

Klinik Vaksin Palsu Ditemukan di Duren Sawit

Jumat, 15 Juli 2016 9532

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2311

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2271

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1692

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 964

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1742

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks