Ratusan Guru Honorer Belum Terima Honor 2 Bulan

Kamis, 26 Juni 2014 Reporter: Jhon Syah Putra Kaban Editor: Widodo Bogiarto 6520

Gaji PHL Pertamanan Jakpus Belum Dibayar Lima Bulan

(Foto: doc)

Akibat terlambatnya pencairan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), ratusan guru berstatus hononer tingkat SMA dan SMK di Jakarta Timur, selama dua bulan belum menerima honor. Selain itu, mandeknya BOP juga berimbas pada listrik, air, dan kegiatan praktik di sekolah terancam disegel.

Waduh parah, padahal sudah mau Lebaran, kapan akan dicairkan. Sudah gaji kecil ditunda segala, tolong kasih kejelasan

“Sampai sekarang tidak ada kejelasan kapan dananya cair. Kalau begini terus, listrik dan air bakalan diputus," kata Eko Wibowo, Kepala SMKN 48, Jakarta Timur, Kamis (26/6).

Menurut Eko, BOP seharusnya sudah cair pada sekitar tanggal 20 setiap bulan. Namun sampai saat ini, sudah dua bulan belum turun, sehingga pihak sekolah pun kesulitan pembiayaan. "Kami jadi pusing untuk mencari biaya, sementara kegiatan belajar mengajar harus terus berjalan," ujarnya. SMKN 48 sendiri setiap bulannya memerlukan biaya sekitar Rp 300 juta.

 “Waduh parah, padahal sudah mau Lebaran, kapan akan dicairkan. Sudah gaji kecil ditunda segala, tolong kasih kejelasan,” ujar salah seorang guru honor yang enggan disebutkan namanya.

Selain guru honorer, terlambatnya pencairan BOP juga dirasakan para penjaga sekolah serta petugas kebersihan. Di Jakarta Timur terdapat 120 SMA dan 204 SMK. Untuk SMA Negeri rata-rata jumlah pegawai honornya mencapai 15 orang.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Timur, Budiana mengakui,  jika gaji para honorer belum turun. Menurutnya, keterlambatan pencairan dana tersebut lantaran pihak sekolah terlambat saat melaporkan BOP dan penggunaannya. "Seharusnya sekolah memberikan laporannya tepat waktu," katanya.

Budiana menyebutkan, pada tanggal 2 Juni seluruh kepala sekolah sudah dikumpulkan. Namun saat itu mereka meminta ditunda karena ada sekolah yang laporannya belum selesai. "Sampai tanggal 23 Juni kemarin baru selesai dan sudah kita proses untuk pencairan. Semoga Jumat sudah bisa diterima," terangnya.

Ia menambahkan, jika ada satu dua sekolah terlambat membuat laporan, maka akan berpengaruh pada sekolah secara keseluruhan. Sebab pengiriman dana BOP harus secara kolektif. "Ini juga pembelajaran kepada sekolah agar tepat waktu dalam pembuatan laporan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Bantuan BAZIS

532 Guru dan Honorer di Jakbar Dapat Bantuan ZIS

Rabu, 18 Juni 2014 4579

ilustrasi jenazah

Polisi Temukan Titik Terang Tewasnya Siswa SMA 3 Setiabudi

Senin, 23 Juni 2014 6784

SMAN 3 Jakarta

Kegiatan Pecinta Alam SMAN 3 Dibekukan

Selasa, 24 Juni 2014 7179

SMAN 3 Jakarta

2 Guru SMAN 3 Dinonaktifkan Sementara

Selasa, 24 Juni 2014 5428

Ijazah ilustrasi

SMAN 41 Diminta Pulangkan Ijazah Siswa yang Ditahan

Kamis, 19 Juni 2014 12038

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9250

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3222

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3642

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1936

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1508

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks