Gudang Barang Bekas di Rawabunga Dikeluhkan

Senin, 09 Mei 2016 Reporter: Nurito Editor: Nani Suherni 9812

Gudang Pengepul Barang Bekas di Rawabunga Ganggu Ketertiban Umum

(Foto: Nurito)

Tempat penampungan barang bekas di Jalan Ceng Hay, Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, belakangan ini dikeluhkan para pengendara. Sebab setiap sore, jalanan dimanfaatkan untuk bongkar muat barang bekas untuk dibawa ke Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Jalanan sempit kok buat bongkar muat. Jelas mengganggu lalu lintas. Apalagi trotoar di kiri kanan jalan digunakan menumpuk barang bekas

Pantauan Beritajakarta.com, Senin (9/5), di Jalan Ceng Hay RT 07/07 No 27 Rawabunga, terdapat satu rumah tinggal yang dijadikan gudang penyimpanan barang bekas. Seperti besi, plastik, botol atau gelas mineral bekas dan sejumlah barang bekas lainnya. Setiap sore, pengangkutan barang bekas untuk dijual ke Bantar Gebang, Bekasi.

Trotoar di sisi kiri dan kanan dimanfaatkan untuk menumpuk barang bekas yang sudah dikemas dalam karung.  Kemudian ada satu truk berukuran sedang yang digunakan untuk mengangkut barang bekasi ini. Hilir mudik pekerja mengangkut barang bekas ini menghambat lajut kendaraan.

"Jalanan sempit kok buat bongkar muat. Jelas mengganggu lalu lintas. Apalagi trotoar di kiri kanan jalan digunakan menumpuk barang bekas," kata Simon (42), salah seorang pengendara, Senin (9/5).

Pemilik rumah sekaligus pengepul barang bekas, Rames (48) mengatakan, usaha jual beli barang bekas sudah dilakukan lebih dari 40 tahun yang merupakan warisan dari orangtuanya. Setiap sore memang semua barang bekas dibawa ke Bantar Gebang untuk dijual. Namun selesai bongkar muat, jalanan dan trotoar dibersihkan.

"Usaha kami ini sudah puluhan tahun. Kami memiliki izin lingkungan dan surat keterangan usaha. Setiap hari ada 2-3 ton barang bekas yang kami tampung untuk dijual lagi," kata Rames.

Lurah Rawabunga, Agustina mengatakan, karena tempat pengepul barang bekas itu memiliki surat izin maka tidak bisa ditertibkan. Terlebih warga sekitar tidak ada yang komplain dan bersurat pada dirinya. Kemudian pemilik bangunan sekaligus pengepul itu bersedia jika rumahnya dijadikan bank sampah.

"Karena punya surat izin, kami tidak bisa menertibkan. Kecuali kalau benar-benar mengganggu ketertiban umum, pasti kami tertibkan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
E-KTP Yang Dikeluhkan Warga Kebon Sirih Salah Menginformasikan

Pengurusan E-KTP di Kebon Sirih Dikeluhkan

Selasa, 03 Mei 2016 7095

Salahi Peruntukan, Penyebab Lambannya Penanganan di PTSP

Pengajuan Izin Gudang Toko di Bidaracina Ditolak

Selasa, 03 Mei 2016 7919

Salahi Peruntukan, Gudang di Jaktim Dibongkar

Gudang Toko Baja di Jaktim Dibongkar

Rabu, 27 April 2016 5666

BERITA POPULER
Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1527

Personel Gabungan Lakukan Pelebaran Jalan di Kelapa Dua Wetan

Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

Kamis, 01 Oktober 2026 968

Syafrin walkot jaksel

Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Kamis, 01 Oktober 2026 956

895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1488

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1486

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks