Basuki Ingin Manusia Perahu Tinggal di Rusun Marunda

Selasa, 19 April 2016 Reporter: Folmer Editor: Andry 13885

Alasan Manusia Perahu Tidak Masuk Akal

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan sikap sebagian warga Pasar Ikan, Jakarta Utara yang malah memilih tinggal diperahu. Padahal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyediakan unit Rusun Marunda untuk relokasi.

Kamu kalau nelayan, kenapa tidak mau tinggal di Marunda, kan dekat perahu? Kenapa masih ngotot mesti tinggal di Pasar Ikan?

"Kamu kalau nelayan, kenapa tidak mau tinggal di Marunda, kan dekat perahu? Kenapa masih ngotot mesti tinggal di Pasar Ikan?," kata Basuki, Selasa (19/4).

Ia menjelaskan, penataan bangunan di kawasan Pasar Ikan merupakan bagian dari perencanaan program revitalisasi Kawasan Wisata Pesisir Bahari Sunda Kelapa yang masuk dalam konsep penataan kawasan Kota Tua.

"Penataan Kota Tua yang diatur di dalam Pergub meliputi kawasan Tongkol, Ekor Kruing, VOC Galangan, Pelabuhan Sunda Kelapa, Luar Batang sampai Museum Bahari. Jadi, Pemprov DKI ingin membangun suatu kompleks besar, termasuk Kali Besar Barat," tandasnya.

BERITA TERKAIT
4 Manusia Perahu Dipindah ke Rusun

4 Manusia Perahu Dipindah ke Rusun

Jumat, 15 April 2016 7388

Basuki Sediakan Rusun untuk Manusia Perahu

DKI Sediakan Rusun untuk Manusia Perahu

Kamis, 14 April 2016 7112

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 886

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 809

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1186

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 602

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1129

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks