Perusahaan Swasta Tertarik Ikut Bangun Giant Sea Wall

Kamis, 12 Juni 2014 Reporter: Rudi Hermawan Editor: Lopi Kasim 7466

Giant Sea Wall

(Foto: doc)

Pembangunan Giant Sea Wall (GSW) melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) tahap B dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perusahaan konsorsium swasta, seperti perusahaan metalurgi asal Tiongkok dan perusahaan kontruksi dalam negeri tertarik bergabung dalam percepatan pembangunan NCICD tersebut.  

Targetnya belum begitu jelas, paling tidak 2024 sudah selesai, mereka konsorsium, konsultan sekaligus pemilik uang, mareka ingin gabung dalam percepatan NCICD, terutama tahap B, sedangkan bussines to bussinesnya diurus PT Jakarta Propertindo

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Andi Baso Mappapoleonro, mengatakan, proyek percepatan NCICD tahap B merupakan pembangunan tanggul laut terluar yang terintegrasi dengan reklamasi lahan atau bagian Sea Wall Garuda.

"Targetnya belum begitu jelas, paling tidak 2024 sudah selesai, mereka konsorsium, konsultan sekaligus pemilik uang, mereka ingin gabung dalam percepatan NCICD, terutama tahap B, sedangkan bussines to bussines-nya diurus PT Jakarta Propertindo," kata Andi di Balaikota, Kamis (12/6).

Menurut Andi, pengerjaan tahap B tersebut harus secepatnya dilaksanakan. Walaupun demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengerjaan tersebut akan dimulai. "Kalau bisa sekarang deal, tahun depan sudah bisa mulai bangun, karena kalau dia mau ikut reklamasi 17 pulau (tahapan A), satu tahun maksimum mereka harus membangun, tahun depan paling lambat," ujarnya.

Pembangunan GWS tahap B tersebut bersamaan dengan koneksi jalan baru dari Bekasi ke Tangerang. Perencanaan akan mulai tahun 2014 dan ditargetkan pembangunan selesai pada tahun 2022, sedangkan pengembangan daerah perumahan akan berlanjut hingga 2030-2040.

Sekadar diketahui, GSW rencananya akan dibangun  di sepanjang teluk Jakarta dan pembangunannya diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 200 triliun. Hal tersebut merupakan ide dan gagasan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang bertujuan untuk mengantisipasi bahaya rob dan berfungsi sebagai penyimpanan air bersih.

BERITA TERKAIT
jokowi_balkot_jas_yossy.jpg

Temui Bappenas, Jokowi Bahas Percepatan Pembangunan

Rabu, 05 Maret 2014 2528

wawancara_ahok-buruh.jpg

DKI Matangkan Rencana Pembangunan LRT

Senin, 09 Juni 2014 6581

bantuan_rusunawa_belanda_budi.jpg

Belanda Tertarik Bangun Rusunawa di Muara Baru

Rabu, 02 April 2014 4562

ahok_jas_hitam_dok.jpg

Ahok Marah Sertifikat Taman BMW Belum Diserahkan

Senin, 09 Juni 2014 7871

Pemprov DKI Akan Bangun Jalan Inspeksi

Pemprov DKI Terus Bangun Jalan Inspeksi

Selasa, 10 Juni 2014 4642

BERITA POPULER
Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy (5)

Ini Pemicu Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah di Jakarta

Selasa, 08 September 2026 3084

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 832

Layanan transjakarta otoy 1

Pramono Imbau Warga Proaktif Urus Kartu Layanan Transportasi Gratis

Selasa, 08 September 2026 1946

IMG 20260914 171237

PJU di Jalan Bekasi Timur dan JPO Pedati Kembali Menyala

Senin, 14 September 2026 495

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 868

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks