Belanda Tertarik Bangun Rusunawa di Muara Baru

Rabu, 02 April 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Widodo Bogiarto 4335

bantuan_rusunawa_belanda_budi.jpg

(Foto: doc)

Beragam cara ditempuh Pemprov DKI Jakarta untuk menghindari ibu kota makin tenggelam, akibat turunnya permukaan tanah di pesisir pantai. Salah satu wilayah yang paling parah mengalami penurunan tanah yakni kawasan Muara Baru RT 20/17, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Bahkan saat ini kawasan pemukiman padat penduduk itu sudah berada 1,5 meter di bawah permukaan laut.

Untuk mencegah air laut masuk ke daratan, tanggul sepanjang 100 meter di tepi pantai akan ditinggikan menjadi 4,5 meter dengan lebar 10 meter. Sedangkan terhadap warga yang berdiam di sekitar tanggul, rencananya akan direlokasi.

Dari pendataan awal yang dilakukan, sebanyak 536 kepala keluarga (KK) di lingkungan RW 17 akan direlokasi. Rencananya, mereka akan direlokasi ke rusunawa yang akan dibangun di sekitar pemukiman mereka saat ini. Rusunawa tersebut rencananya akan dibangun sebanyak 6 tower dan merupakan bantuan dari kerjaaan Belanda.

"Menteri dari Belanda sudah menyampaikan beberapa konsep sebagai penanganan banjir di Jakarta. Diantaranya mereka akan melakukan reklamasi, normalisasi Waduk Pluit, membangun Giant Sea Wall dan rusunawa," ujar Heru Budi Hartono, Walikota Jakarta Utara saat mendampingi Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda, Melanie Schultz van Haegen yang berkunjung ke pemukiman warga di RT 20/17, Muara Baru, Penjaringan, Rabu (2/4).

Terkait lokasi rusunawa, dikatakan Heru, akan dibangun di tepian tanggul wilayah RW 17 Kelurahan Penjaringan. Sedangkan untuk rancangan dan teknis waktu pelaksanaanya masih dalam tahap pembahasan. Saat ini tim dari Belanda segera melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Kalau pemerintah pusat setuju ya kita setuju saja," katanya.

Ditambahkan Heru, pengentasan persolan banjir di Jakarta tidak akan selesai selama slum (pemukiman kumuh) seperti di Muara Baru tidak dibenahi. Sedangkan untuk menyelesaikan persolan slum dibutuhkan campur tangan pemerintah pusat.

"Daerah penyangga pun harus diberi insentif pembangunan sehingga masyarakat tidak melakukan urbanisasi ke Jakarta semua. Seperti di Cirebon, harus dibangun fasilitas nelayan yg bagus sehingga tidak kemari semua," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 2232

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 733

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 635

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1397

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1012

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks