Belanda Tertarik Bangun Rusunawa di Muara Baru

Rabu, 02 April 2014 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Widodo Bogiarto 4509

bantuan_rusunawa_belanda_budi.jpg

(Foto: doc)

Beragam cara ditempuh Pemprov DKI Jakarta untuk menghindari ibu kota makin tenggelam, akibat turunnya permukaan tanah di pesisir pantai. Salah satu wilayah yang paling parah mengalami penurunan tanah yakni kawasan Muara Baru RT 20/17, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Bahkan saat ini kawasan pemukiman padat penduduk itu sudah berada 1,5 meter di bawah permukaan laut.

Untuk mencegah air laut masuk ke daratan, tanggul sepanjang 100 meter di tepi pantai akan ditinggikan menjadi 4,5 meter dengan lebar 10 meter. Sedangkan terhadap warga yang berdiam di sekitar tanggul, rencananya akan direlokasi.

Dari pendataan awal yang dilakukan, sebanyak 536 kepala keluarga (KK) di lingkungan RW 17 akan direlokasi. Rencananya, mereka akan direlokasi ke rusunawa yang akan dibangun di sekitar pemukiman mereka saat ini. Rusunawa tersebut rencananya akan dibangun sebanyak 6 tower dan merupakan bantuan dari kerjaaan Belanda.

"Menteri dari Belanda sudah menyampaikan beberapa konsep sebagai penanganan banjir di Jakarta. Diantaranya mereka akan melakukan reklamasi, normalisasi Waduk Pluit, membangun Giant Sea Wall dan rusunawa," ujar Heru Budi Hartono, Walikota Jakarta Utara saat mendampingi Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Belanda, Melanie Schultz van Haegen yang berkunjung ke pemukiman warga di RT 20/17, Muara Baru, Penjaringan, Rabu (2/4).

Terkait lokasi rusunawa, dikatakan Heru, akan dibangun di tepian tanggul wilayah RW 17 Kelurahan Penjaringan. Sedangkan untuk rancangan dan teknis waktu pelaksanaanya masih dalam tahap pembahasan. Saat ini tim dari Belanda segera melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Kalau pemerintah pusat setuju ya kita setuju saja," katanya.

Ditambahkan Heru, pengentasan persolan banjir di Jakarta tidak akan selesai selama slum (pemukiman kumuh) seperti di Muara Baru tidak dibenahi. Sedangkan untuk menyelesaikan persolan slum dibutuhkan campur tangan pemerintah pusat.

"Daerah penyangga pun harus diberi insentif pembangunan sehingga masyarakat tidak melakukan urbanisasi ke Jakarta semua. Seperti di Cirebon, harus dibangun fasilitas nelayan yg bagus sehingga tidak kemari semua," tandasnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 9229

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Pemkot Jaktim Fasilitasi Evy Tinggal di Rusun Pulo Gebang

Jumat, 31 Juli 2026 3195

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 3618

MRT Jakarta Jalin Kerja Sama Peningkatan Layanan Pengumpulan Tarif Otomatis Fase 1 Lin Utara Selatan

MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama Peningkatan Layanan Sistem Pengumpulan Tarif Otomatis

Rabu, 29 Juli 2026 1911

IMG 20260731 WA0041

Area Kumuh Sekitar Terminal Tanjung Priok Ditata Jadi Taman

Jumat, 31 Juli 2026 1481

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks