DKI Bakal Terapkan Pembayaran Angkutan Per Kilometer

Senin, 02 Juni 2014 Reporter: Folmer Editor: Lopi Kasim 5424

Kopaja ngetem sembarangan

(Foto: doc)

Upaya meningkatkan pelayanan dan kenyamanan transportasi di ibu kota terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Saat ini sedang dirumuskan rencana pembayaran tarif per kilometer bagi operator bus sedang seperti Kopaja dan Metromini. Hal itu bertujuan untuk menghilangkan aktivitas ngetem angkutan umum tersebut.

Dengan cara ini, PT Transjakarta dapat mengajak pengusaha angkutan bekerja sama. Konsepnya menjadi lebih mudah kalau dihitung per kilometer

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, optimis budaya ngetem para sopir angkutan umum di ibu kota dapat dihapuskan dengan penerapan sistem pembayaran tarif per kilometer.

“Pembayaran akan diambil dari APBD yang dibayarkan kepada manajemen PT Transjakarta dan selanjutnya disalurkan kepada operator bus sedang. Kita akan terapkan sistem ini pada 2016 mendatang,” ujar Basuki di Balaikota, Senin (2/6).

Dikatakan Basuki, PT Transjakarta selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memang dipersiapkan sebagai wadah bagi semua operator angkutan umum di ibu kota sehingga nantinya pelayanan bus menjadi lebih maksimal.

"PT Transjakarta saat ini sedang menyiapkan standar pelayanan minimum 7-20 menit di halte. Kalau malam tiap setengah jam," ucapnya.

Menurut Basuki, pengelolaan satu atap angkutan umum di ibu kota melalui PT Transjakarta bertujuan mengurangi tingkat kemacetan akibat ulah para sopir angkutan umum yang ngetem di sembarang tempat .

Untuk itu, Pemprov DKI akan mengalokasikan dana public service obligation (PSO) bagi PT Transjakarta yang dihitung berdasarkan biaya operasi minimum waktu di antara dua bus Transjakarta yang tiba di halte (headway).

Dengan cara ini, PT Transjakarta dapat mengajak pengusaha angkutan bekerja sama. Konsepnya menjadi lebih mudah kalau dihitung per kilometer," ungkapnya,

Sekadar diketahui, sistem angkutan umum di ibu kota saat ini masih sembrawut. Hal ini disebabkan masih banyaknya sopir angkot yang ngetem di sembarang tempat sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

BERITA TERKAIT
Dengan begitu, diharapkan semua penumpang dapat terangkut serta memangkas waktu menunggu di halte.

PT Transjakarta Akan Kelola Angkutan Umum di Ibu Kota

Rabu, 21 Mei 2014 4802

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Minta Jakpro Ikut Bangun SPBG

Rabu, 21 Mei 2014 4001

Dengan begitu, diharapkan semua penumpang dapat terangkut serta memangkas waktu menunggu di halte.

DKI Serahkan Pengadaan Bus ke PT Transjakarta

Selasa, 20 Mei 2014 4301

razia simpatik beritajakarta

15 Angkutan Umum Ditilang di Pondok Pinang

Kamis, 22 Mei 2014 3294

busway malamhari bj

Koridor Transjakarta Amari Segera Ditambah

Senin, 02 Juni 2014 3416

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 3354

Cuaca Hujan Jati jakarta bmkg

Hujan Merata Diprakirakan Basahi Jakarta Hari Ini

Senin, 02 Februari 2026 737

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 645

Kominfo Jakut Gandeng Jakut Hub Perkuat Literasi Digital Generasi Muda

Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

Selasa, 27 Januari 2026 1406

Masa pembelajaran jarak jauh (PJJ) diperpanjang

Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 1019

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks