Jaga Keamanan, DKI Intensifkan Dialog dengan Warga

Sabtu, 12 Desember 2015 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 3940

DPD Dukung Wisma Atlet Diubah Rusun MBR

(Foto: Ilustrasi)

Guna meningkatkan kewaspadaan hadapi potensi konflik SARA dan terorisme di Ibukota, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar rapat kordinasi bersama di Hotel Royal, Kuningan, Jakarta.

Kita perintahkan setiap Jumat lurah keliling dari RW ke RW

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan, dari data yang dihimpun Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, tingkat kemanan Ibukota di penghujung tahun relatif baik.

Bahkan, sambung Djarot,  untuk mengantisipasi Maulid Nabi, Natal dan perayaan akhir tahun yang berdempetan, Pemprov DKI Jakarta pun sudah melakukan antisipasi.

"Kuncinya komunikasi, termasuk juga kita perintahkan setiap Jumat lurah keliling dari RW ke RW untuk bisa deteksi apapun persoalan di wilayahnya. Kami juga setiap minggu turun ke kecamatan ketemu dengan RW dan tokoh masyarakat, kita buka komunikasi tentang perseolan mereka," ujar Djarot, Sabtu (12/12).

Dikatakan Djarot, untuk mengentaskan persoalan di masyarakat, sudah saatnya pemerintah mendengar apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat. Oleh karenanya, Djarot langsung turun berdialog ke kecamatan-kecamatan yang dinilai rawan.

"Yang dipilih kecamatan yang dalam tanda kutip agak rawan. Kemarin Kemayoran dan Cakung, setelah itu kita akan ke Jatinegara, Johar dan Penjaringan," ucap Djarot.

Ketua DPD RI, Irman Gusman menambahkan,  keamanan Jakarta sebagai Ibukota merupakan barometer bagi Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap kebersamaan harus dijaga sebagai upaya preventif.

"Kita berharap banyak dari Pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menjaga. Caranya apa, memperbanyak komunikasi, tidak hanya formal namum juga informal," ujar Irman.

Diharapkan Irman, komunikasi yang dibagun akan menjembatani antar warga sehingga satu sama lain tidak terasing. Bila demikian, diyakininya konflik SARA tidak akan terjadi.

"Mengenai terorisme, walau empat hingga lima tahun Jakarta kondusif, tapi tetap harus diwaspadai. Kita tidak boleh lengah,  Paris saja kecolongan," tandas Irman.

BERITA TERKAIT
DKI dan Norwegia Jajaki Kerjasama Pengelolaan Sampah

DKI Jajaki Kerja Sama dengan Norwegia

Jumat, 11 Desember 2015 3164

Budidaya Kepiting di Pulau Seribu Perlu Kajian Khusus

Budidaya Kepiting di Pulau Seribu Perlu Kajian Khusus

Jumat, 11 Desember 2015 3228

 Peringatan HDI Harus dengan Aksi Nyata

Peringatan HDI Harus dengan Aksi Nyata

Kamis, 10 Desember 2015 2713

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2990

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1439

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 547

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1297

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1109

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks