Gencar Dirazia, Angkutan Umum Bobrok di Jakbar Menghilang

Kamis, 10 Desember 2015 Reporter: Folmer Editor: Widodo Bogiarto 6144

Gencar Dirazia, Angkutan Umum Bobrok di Jakbar Menghilang

(Foto: doc)

Razia umum tak laik jalan yang gencar digelar petugas Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Barat, membuat sopir dan pemilik angkutan umum bobrok memilih tidak mengoperasikan kendaraannya untuk sementara waktu.

Pastinya, kalau tertangkap dan tidak laik jalan, mobilnya gak bisa keluar lagi nanti

Gencarnya razia yang dilakukan petugas menyusul kecelakaan antara Metromini B10 dengan KRL Commuter Line di perlintasan Angke, Tambora, beberapa hari lalu. Tercatat ada 18 nyawa melayang dalam kecelakaan maut tersebut.

"Ya, kami tidak berani keluar daripada ditangkap petugas di jalanan. Pastinya, kalau tertangkap dan tidak laik jalan, mobilnya gak bisa keluar lagi nanti," kata Parulian, pemilik Mikrolet 13 rute Kalideres - Kota saat ditemui Beritajakarta.com, Kamis (10/12).

Parulian mengatakan, pihaknya lebih memilih mengandangkan angkot miliknya sambil diperbaiki. "Nanti kalau sudah selesai diperbaiki lanjut diurus perpanjangan kir dan baru dioperasikan lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Barat, Tiodor Sianturi mengakui, pihaknya saat ini lebih mengintensifkan operasi angkutan tidak laik jalan.

"Sebenarnya operasi telah berjalan, sebelum terjadi peristiwa tabrakan Metromini dengan KRL di perlintasan Angke. Tapi, operasi lebih diintensifkan lagi di jalanan maupun terminal," ujar Tiodor.

Tiodor mengungkapkan, operasi yang digelar sejak Senin (7/12) hingga Rabu (9/12), berhasil menindak ratusan armada angkutan umum dan barang yang tidak lengkap surat - surat dan tidak laik jalan.  Bahkan, operasi tetap digelar walaupun hari libur, Rabu (9/12).

"Ratusan angkutan umum dan barang yang tidak lengkap suratnya ditilang. Sedangkan 48 angkutan umum di antaranya Kopaja, Metromini, Kopami dan Mikrolet dikandangkan karena tidak laik jalan," papar Tiodor.

Tiodor memastikan operasi angkutan yang gencar digelar tidak akan mempengaruhi warga Ibukota yang membutuhkan angkutan umum.

"Alternatif angkutan umum lainnya banyak. Jadi, kita menindak angkutan yang tidak laik jalan. Kalau masih layak dan surat - suratnya lengkap, pastinya tidak akan terjaring operasi," tandas Tiodor.  

BERITA TERKAIT
 Petugas Sudihubtrans Jakbar Bekuk Dua Pelaku Pencuri Onderdil Angkutan di Pool Rawa Buaya

Pelaku Pencurian di Pool Rawa Buaya Dibekuk

Kamis, 10 Desember 2015 4651

Sudihubtrans Jakbar Intensifkan Razia Angkutan

Razia Angkutan di Jakbar Diintensifkan

Selasa, 08 Desember 2015 6489

168 Kendaraan Umum di Jakbar Ditindak

168 Kendaraan Umum di Jakbar Ditindak

Senin, 07 Desember 2015 4120

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7133

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4826

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2095

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2504

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1112

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks