Bocah Radang Selaput Otak Butuh Biaya Rp 70 Juta

Kamis, 08 Mei 2014 Reporter: TP Moan Simanjuntak Editor: Widodo Bogiarto 6061

Menderita Radang Selaput Otak Muhammad Butuh Bantuan Dana Rp 70 Juta

(Foto: TP Moan Simanjuntak)

Pasien dari keluarga tidak mampu kembali memperoleh penolakan perawatan dari rumah sakit di Jakarta. Meski memiliki kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Muhammad Fauzan Syahputra, bocah berusia 11 bulan harus mengalami penderitaan luar biasa. Bocah pasangan Marzuki (40) dan Sadiyeh (40) yang menderita penyakit radang selaput otak itu diketahui ditolak lima rumah sakit, sebelum kemudian dirawat di RS Royal Taruma, Grogol, Jakarta Barat.

Sekarang saya membutuhkan biaya minimal Rp 70 juta agar bisa mengoperasi anak saya

Namun ternyata RS Royal Taruma tidak bekerjasama JKN Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Akhirnya, Marzuki yang sehari-hari berjualan bubur ayam itu mengaku harus pontang-panting untuk menutupi biaya pengobatan anaknya. Beruntung, para tetangganya yang tinggal di Jl Asem Raya, Gg E, RT 06/08, Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, berinisiatif mengumpulkan dana pengobatan Fauzan. Total dana yang terkumpul sebesar Rp 17 juta.

Menurut Marzuki, uang sumbangan warga itu kini hanya tersisa Rp 4 juta. "Sekarang saya membutuhkan biaya minimal Rp 70 juta agar bisa mengoperasi anak saya. Darimana lagi saya harus mendapatkan uang sebesar itu,  sedangkan penghasilan saya sebagai pedagang bubur sehari hanya Rp 30-60 ribu,” tutur Marzuki, Kamis (8/5).

Di sisi lain, Marzuki khawatir lantaran dari keterangan dokter, jika dibiarkan semakin lama, infeksi otak Fauzan bisa menjalar. "Saat ini mata kiri anak saya saja sudah tidak bisa melihat," ungkapnya.

Ali (40), paman Fauzan menuturkan, penyakit yang diderita keponakannya sudah sejak satu minggu lalu. Berawal dari sakit panas dingin yang selanjutnya dibawa ke RS Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat dan diagnosa dokter, menderita penyakit radang selaput otak. RS Budi Kemuliaan tidak dapat merawatnya karena keterbatasan peralatan medis untuk penyakit yang diderita bocah malang itu.

Setelah itu, orangtua berusaha membawanya ke rumah sakit, namun sayangnya lima RS yang didatangi menolak merawat Fauzan. Kelima RS itu adalah RSCM, RSAB Harapan Kita, RSUD Tarakan, RS Fatmawati dan RS Hermina, Jakarta Timur. 

Kasudin Kesehatan Pemkot Jakarta Barat, Widyastuti saat dihubungi telepon gengamnya sedang tidak aktif. Sementara itu, Camat Kebon Jeruk, Mursidin mengatakan, seharusnya tidak ada alasan rumah sakit pemerintah menolak warganya yang kurang mampu. Oleh sebab, itu pihak RT dan RW setempat harus segera malaporkan kejadian ini ke instansi terkait, bila perlu melapor langsung ke Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Saya akan monitor jika ada warga saya yang tidak bisa mendapat perawatan. Terlebih dia sudah punya kartu BPJS. Jangan di RS Royal Taruma, karena  tidak akan mampu karena RS tersebut  mahal. Makanya, saya akan cek ke RS Royal Taruma melihat kondisi Muhammad yang selanjutnya saya akan koordinasikan dengan unit terkait agar dibantu perawatannya,” tandas Mursidin.

BERITA TERKAIT
ahok_seminar_hiv_aids.jpg

Ahok Minta Dinkes Buka Pelayanan di Pasar

Rabu, 02 April 2014 16408

alat_radioterapi_ilustrasi.jpg

RSUD Pasar Minggu Dilengkapi Fasilitas Radioterapi

Rabu, 02 April 2014 10942

5.800 Warga Panti Sosial Dapat Kartu BPJS

5.800 Warga Panti Sosial Dapat Kartu BPJS

Kamis, 24 April 2014 6236

rs_koja_penuh_bayu.jpg

RSUD Koja Kewalahan Tangani Pasien JKN

Rabu, 02 April 2014 11753

pns_ruangan-coklat_dokbj.jpg

PNS DKI Disertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 03 Maret 2014 4056

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2928

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1272

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 503

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1284

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1088

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks