RSUD Koja Kewalahan Tangani Pasien JKN

Rabu, 02 April 2014 Reporter: Dunih, Devi Lusianawati Editor: Dunih 11417

rs_koja_penuh_bayu.jpg

(Foto: doc)

Sejak program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diluncurkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), angka kunjungan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, mengalami peningkatan. Kondisi ini membuat petugas kewalahan, karena setiap harinya RSUD harus melayani 1.200 pasien di antaranya 500 pasien Spesialis Poli dan 572 pasien Rawat Inap.

Wakil Direktur RSUD Koja, Sri Juli Purwoestri mengakui, kesulitan dalam menangani banyaknya jumlah peserta JKN yang berobat ke RSUD Koja. Terlebih, pihaknya masih minim petugas verifikasi kepesertaan KJN dan tanda tangan SEP dan tidak adanya petugas dari BPJS yang verifikasi pada hari sabtu.

"Cuma ada 2 petugas BPJS yang melakukan verifikasi dan hari sabtu itu justru tidak ada petugasnya, sehingga mengganggu pelayanan ke poliklinik," ungkap Sri, Rabu (2/4).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah menambah jumlah loket pendaftaran yang ada di RSUD Koja. Dari empat loket, kini telah tersedia menjadi sembilan loket. Pihaknya juga sudah membentuk Tim Penyelesaian Klaim. Klaim RSUD Koja biasanya dilakukan setiap dua minggu kepada pihak BPJS. Selain itu juga pihak RSUD Koja menambah jumlah petugas di loket serta membenahi sarana dan prasarana. "Seperti Komputer dan IT yang mendukung sistem SEP dan INACBg`s," tambahnya.

Saat ini, RSUD Koja juga sedang melakukan pembangunan gedung setinggi 16 lantai dengan 956 ruangan. Rencananya gedung baru tersebut akan selesai tahun 2014. "Jadi nantinya, gedung baru yang terdiri dari blok A, B dan C akan menampung lebih banyak lagi pasien," jelas Sri.

Makin meningkatnya jumlah pasien, membuat antrean di RSUD tersebut makin meningkat. Sihombing (53) warga Muara Bahari, RT 10 RW 13, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, harus menunggu selama dua jam untuk mendapatkan nomor antrean berobat. Ia berharap pihak rumah sakit dan pemerintah bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. "Informasi yang saya terima juga tidak jelas. Mau tidak mau saya bolak-balik lagi untuk mengurus persyaratannya," keluhnya.
BERITA TERKAIT
BERITA POPULER
Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 604

Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 537

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 537

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1125

Siswa KBM otoy

Pemprov DKI Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Jakarta

Senin, 04 Mei 2026 511

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks