Jaga Inflasi, Tiga BUMD akan Disinergikan

Kamis, 12 November 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 2278

Jaga Inflasi, Tiga BUMD akan Disinergikan

(Foto: Reza Hapiz)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menyinergikan tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI untuk menjaga laju inflasi. Rencananya, ketiga BUMD tersebut akan bertemu dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman untuk memantau aliran bahan pangan dari hulu hingga hilir.

Warga Jakarta kami harapkan bisa mendapatkan harga yang sesungguhnya. Tidak ada distorsi, dinaik-naikanan di tengah. Ini yang penting

Ketiga BUMD tersebut yakni, PD Dharma Jaya, PD Pasar Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya. Pertemuan dengan Mentan dijadwalkan berlangsung Jumat (13/11) besok. "Besok akan ketemu Mentan, saya akan bawa direksi Food Station Tjipinang, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan kelompok perikanan, untuk duduk bersama membicarakan, mengantisipasi, produk dari hulu hingga hilir," kata Basuki di Balai Kota, DKI Jakarta, Kamis (12/11).

Pertemuan tersebut diharapkan bisa memberikan kepastian harga produk-produk yang tersebar di masyarakat. Selain itu, harga juga tetap bisa terkendali dengan baik. "Warga Jakarta kami harapkan bisa mendapatkan harga yang sesungguhnya. Tidak ada distorsi, dinaik-naikanan di tengah. Ini yang penting," ujarnya.

Basuki menegaskan, pemerintah tidak boleh kalah dengan mafia daging. Sehingga tiga BUMD dibidang pangan ini disinergikan. Ketiganya saling mengetahui dan mengatur harga. "Masa kami kalah dengan mafia daging, padahal kami punya semua. Selama ini Pasar Jaya kan jalan sendiri, dia bisa jual sembarangan. Nanti bisa diatur harga bawang, telur, macam-macam," ungkapnya.

Rencananya, ketiga BUMD tersebut akan bersatu menjadi sebuah perusahaan holding. PD Pasar Jaya-lah yang akan memegang kendali. Basuki menginginkan PD Pasar Jaya bisa menstabilkan harga pasar dan menahan laju inflasi.

Untuk bisa melawan mafia daging, Basuki berencana memberikan kredit kepada pedagang yang terdaftar di PD Pasar Jaya. Mereka akan mendapatkan bunga ringan yang sangat terjangkau. Namun dengan syarat mereka membayar retribusi dengan sistem non cash.

"Kalau yang tetap membayar setiap hari, bisa kami pinjamkan kredit misalnya Rp 10 juta dengan bunganya 12 persen. Dari pada kamu pinjam sama rentenir 60 persen, mending pinjam sama kami. Kami siapkan Rp 1 triliun, sekarang baru tersalur Rp 200 miliar," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pemprov DKI dan Dewan Bahas PMP Tiga BUMD

Pemprov DKI dan Dewan Bahas PMP Tiga BUMD

Selasa, 10 November 2015 4794

100 Perantau di Singapura Tertarik Kerja di BUMD DKI

100 Perantau di Singapura Tertarik Kerja di BUMD DKI

Rabu, 21 Oktober 2015 3684

500 Profesional Singapura Tertarik Kembangkan BUMD DKI

500 Profesional Singapura Tertarik Kembangkan BUMD DKI

Senin, 19 Oktober 2015 3941

BERITA POPULER
Penumpang mikrotrans cilik ist

Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

Minggu, 11 Oktober 2026 29356

Metrologi DKI Tera Perangkat SPKLU gery ist2

Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

Jumat, 09 Oktober 2026 11575

Evakuasi Korban Hanyut di Ciliwung ist

Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

Kamis, 08 Oktober 2026 6948

Tap jaklingko jati

MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

Jumat, 09 Oktober 2026 3900

Satriadi gunawan pol pp jati

Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

Senin, 12 Oktober 2026 1672

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks