DKI akan Bangun RPU Terpadu dengan Rusun

Kamis, 12 November 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Lopi Kasim 5456

DKI akan Bangun RPU Terpadu dengan Rusun

(Foto: Reza Hapiz)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun Rumah Pemotongan Unggas (RPU) terpadu dengan rumah susun (rusun).

Kami ada satu percontohan di Rawa Teratai sekitar 1 hektar. Nanti diatasnya akan ada rusun dibawahnya rumah pemotongannya

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, RPU akan dibangun dengan teknologi modern. Kami bangun pemotongan hewan yang modern. Itu dikasih waktu tiga menit netesin darah semua. Baru dikemas," katanya, Kamis (12/11).

Kepala Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pembangunan RPU tersebut rencananya baru akan dimulai tahun depan. RPU terpadu ini diperuntukkan bagi pengusaha pemotongan unggas yang saat ini masih menyebar di lima wilayah.

"Kami ada satu percontohan di Rawa Teratai sekitar 1 hektare. Nanti di atasnya akan ada rusun, di bawahnya rumah pemotongannya," kata Darjamuni.

Dikatakan Darjamuni, masih ada 180 lokasi RPU yang berada di pemukiman. Sementara RPU yang resmi milik Pemprov DKI hanya ada di sembilan lokasi. "Kami punya ada sembilan RPU. Tapi masih ada yang bertebaran di pemukiman itu ada sekitar 1800-an lokasi. Nah itu harus kami tertibkan semua," ucapnya.

Untuk pembangunannya, kata Darjamuni, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Tujuan pembangunan RPU ini untuk dapat mengontrol peredaran daging ayam. "Intinya, daging-daging yang ada di pasar itu harus terkontrol, namanya kontrol NKV (Nomor Kontrol Veteriner). Kami juga sudah berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk peredaran unggas ini," ungkapnya.

Pihaknya, lanjut Darjamuni, telah membuat instruksi agar ke depan pedagang ayam potong hanya diperbolehkan membeli jika terdapat NKV. Dengan demikian bisa terkontrol ayam potong yang dijual sudah aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

"Selama ini belum semuanya, baru sebagian sudah ada yang ambil dari NKV. Tapi belum kami beri tanda apa-apa. Nah, makanya nanti akan kami data, kalau beli dari suplaiyer NKV akan kita beri tanda. Saya baru kemarin ketemu PD Pasar Jaya untuk pendataan. Saya sudah buat instruksinya mulai hari ini," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Salah satunya, Rumah Potong Unggas (RPU) di RW 01, Kelurahan Cipulir yang akan direlokasi ke RPU Jl

Cegah Penyakit Unggas, RPU Diminta Pindah

Sabtu, 28 Juni 2014 5607

rumah potong unggas

DKI Bangun 60 Rumah Potong Unggas

Rabu, 28 Januari 2015 17797

Sudin KPKP Jakbar Gelar Pemantauan Stok dan Harga Daging Ayam Potong

Sudin KPKP Jakbar Pantau Stok Daging Ayam

Rabu, 19 Agustus 2015 4732

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7131

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4819

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 1998

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2498

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1079

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks