Basuki Dorong Proyek ITF Segera Dibangun

Selasa, 03 November 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 6399

Basuki Heran Proyek ITF Tak Kunjung Jalan

(Foto: Ilustrasi)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku heran proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facilities (ITF) tak kunjung berjalan. Padahal dengan adanya ITF maka Jakarta tidak lagi hanya bergantung dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Kami kan mau bangun incenerator (tempat pembakaran sampah) ITF yang selalu gagal

"Kami kan mau bangun incenerator (tempat pembakaran sampah) ITF yang selalu gagal. Selama tiga tahun dari zaman Pak Jokowi kami mau bangun incenerator, gagal terus. Saya nggak tahu itu ada motif apa dan kenapa selalu gagal," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menyebutkan, jika pembangunan ITF tidak berjalan maka DKI akan terus bergantung dengan TPST Bantargebang. Padahal Basuki mencium adanya permainan dalam pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

"Saya nggak tahu ada motif apa, kalau gagal terus kan saya harus kirim sampah ke Bantargebang," ujar Basuki.

Pemprov DKI Jakarta juga telah membeli lahan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sebagai alternatif pembuangan sampah. Namun saat ini izinnya juga disetop. Padahal semula peruntukkan lahan tersebut diperbolehkan untuk membuang sampah.

"Yang pasti kita dibuat tergantung kepada Bantargebang, giliran sudah putus pasti masalah," keluh Basuki.

Basuki pun telah memutuskan tidak akan lagi melibatkan swasta dalam pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu dalam kota atau ITF. Basuki langsung menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjadi pengembangnya. Di ITF sampah diolah dengan teknologi berbasis incenerator, yang memiliki kelebihan mereduksi sampah hingga 90 persen dan mengurangi emisi gas ruang kaca.

Setidaknya ada empat lokasi yang akan dibangun ITF, yakni Sunter, Cakung-Cilincing, Marunda dan Duri Kosambi. Luas lahan ITF di Cakung-Cilincing delapan hektare, lebih luas dari lahan ITF Sunter. Dulu di lahan ITF Cakung-Cilincing sudah pernah dikelola tempat pembuangan sampah dengan nama Pusat Daur Ulang Kompos (PDUK). Kemudian akan ditingkat dengan menggunakan program ITF.

Sementara ITF Marunda, direncanakan mampu mengolah sampah hingga 1.500 ton per hari. ITF ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 12 hektare dan merupakan bagian terintegrasi dari Kawasan Ekonomi Khusus Marunda.

BERITA TERKAIT
Atasi Sampah, Tahun 2016 DKI Bangun 2 ITF

DKI akan Bangun Dua Fasilitas Pengolahan Sampah

Senin, 02 November 2015 6054

Basuki Tunjuk PT Jakpro Bangun ITF

Basuki Tunjuk PT Jakpro Bangun ITF

Jumat, 23 Oktober 2015 6441

Isnawa Adji Siap Bersihkan Jakarta dari Sampah

Isnawa Adji Siap Bersihkan Jakarta dari Sampah

Jumat, 03 Juli 2015 10273

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7133

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4825

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 2081

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2502

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1108

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks