Basuki Dorong Proyek ITF Segera Dibangun

Selasa, 03 November 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 6210

Basuki Heran Proyek ITF Tak Kunjung Jalan

(Foto: Ilustrasi)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku heran proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facilities (ITF) tak kunjung berjalan. Padahal dengan adanya ITF maka Jakarta tidak lagi hanya bergantung dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.

Kami kan mau bangun incenerator (tempat pembakaran sampah) ITF yang selalu gagal

"Kami kan mau bangun incenerator (tempat pembakaran sampah) ITF yang selalu gagal. Selama tiga tahun dari zaman Pak Jokowi kami mau bangun incenerator, gagal terus. Saya nggak tahu itu ada motif apa dan kenapa selalu gagal," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/11).

Mantan Bupati Belitung Timur ini menyebutkan, jika pembangunan ITF tidak berjalan maka DKI akan terus bergantung dengan TPST Bantargebang. Padahal Basuki mencium adanya permainan dalam pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

"Saya nggak tahu ada motif apa, kalau gagal terus kan saya harus kirim sampah ke Bantargebang," ujar Basuki.

Pemprov DKI Jakarta juga telah membeli lahan di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sebagai alternatif pembuangan sampah. Namun saat ini izinnya juga disetop. Padahal semula peruntukkan lahan tersebut diperbolehkan untuk membuang sampah.

"Yang pasti kita dibuat tergantung kepada Bantargebang, giliran sudah putus pasti masalah," keluh Basuki.

Basuki pun telah memutuskan tidak akan lagi melibatkan swasta dalam pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu dalam kota atau ITF. Basuki langsung menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjadi pengembangnya. Di ITF sampah diolah dengan teknologi berbasis incenerator, yang memiliki kelebihan mereduksi sampah hingga 90 persen dan mengurangi emisi gas ruang kaca.

Setidaknya ada empat lokasi yang akan dibangun ITF, yakni Sunter, Cakung-Cilincing, Marunda dan Duri Kosambi. Luas lahan ITF di Cakung-Cilincing delapan hektare, lebih luas dari lahan ITF Sunter. Dulu di lahan ITF Cakung-Cilincing sudah pernah dikelola tempat pembuangan sampah dengan nama Pusat Daur Ulang Kompos (PDUK). Kemudian akan ditingkat dengan menggunakan program ITF.

Sementara ITF Marunda, direncanakan mampu mengolah sampah hingga 1.500 ton per hari. ITF ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 12 hektare dan merupakan bagian terintegrasi dari Kawasan Ekonomi Khusus Marunda.

BERITA TERKAIT
Atasi Sampah, Tahun 2016 DKI Bangun 2 ITF

DKI akan Bangun Dua Fasilitas Pengolahan Sampah

Senin, 02 November 2015 5854

Basuki Tunjuk PT Jakpro Bangun ITF

Basuki Tunjuk PT Jakpro Bangun ITF

Jumat, 23 Oktober 2015 6279

Isnawa Adji Siap Bersihkan Jakarta dari Sampah

Isnawa Adji Siap Bersihkan Jakarta dari Sampah

Jumat, 03 Juli 2015 10031

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 5630

IMG COM 202606161328598850

TMR Ramai Dikunjungi Wisatawan

Selasa, 16 Juni 2026 1528

Cuaca hujan ringan dessy doc

Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

Minggu, 14 Juni 2026 1474

IMG 20260613 WA0042

Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

Sabtu, 13 Juni 2026 1417

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 421

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks