Dinas Tata Air DKI Audit Operasional Alat Berat

Kamis, 15 Oktober 2015 Reporter: Andry Editor: Rio Sandiputra 3715

Dinas Tata Air DKI Audit Operasional Alat Berat

(Foto: Yopie Oscar)

Dinas Tata Air DKI tengah mengaudit data mengenai waktu pengoperasian alat berat yang sempat disoroti Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab terpantau hanya beroperasi selama dua jam di Smart City.

Nggak mungkin kalau alat berat kita itu beroperasi cuma dua jam. Saya pikir mungkin itu data lama. Ada beberapa data di Smart City yang belum tentu real time. Makanya data-data ini kita mau klarifikasi dan kita tindaklanjuti

"Ini lagi kita audit datanya‎. Karena kita kan juga punya catatan, apakah data Smart City itu lama atau baru," ujar Tri Djoko Sri Margianto, Kepala Dinas Tata Air DKI, Kamis (15/10).

Tri mengatakan, berdasarkan data baru yang telah dihitung pihaknya, alat berat di jajarannya telah berjalan cukup maksimal dan beroperasi hingga malam. Melihat fakta di lapangan, alat berat yang digunakan untuk mengeruk waduk dan saluran, dioperasikan lebih dari dua jam.

"Nggak mungkin kalau alat berat kita itu beroperasi cuma dua jam. Saya pikir mungkin itu data lama. Ada beberapa data di Smart City yang belum tentu real time. Makanya data-data ini kita mau klarifikasi dan kita tindaklanjuti," tuturnya.

Menurut Tri, pihaknya masih kesulitan untuk mengoperasikan alat berat secara seharian penuh. Karena harga satuan pembayaran operator di e-katalog terbilang masih agak rendah yakni Rp 149 ribu sehari.

"Ini yang lagi mau kita ubah. Jadi kita sedang menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur, supaya harga satuan operator alat berat itu dinaikan," ucapnya.

Selain itu, Tri juga sedang mengupayakan agar alat berat dioperasikan dua shift. Bila memungkinkan, alat berat ke depan akan dioperasikan tiga shift agar b‎isa melakukan pekerjaan seharian penuh.

"Kita akan coba dengan dua shift dulu. Setelah itu baru kita bagi tiga shift, tergantung situasi dan kondisi di lokasi. Karena ada beberapa lokasi yang kalau siang tidak bisa beroperasi, sehingga dioperasikan malam hari," katanya.

Alat berat yang belum maksimal beroperasi, akan berusaha diperbaiki dan mengecek data-data dari Smart City.

"Jadi kita bakal perbaiki terus dimana alat berat kita yang masih kurang optimal. Data dari Smart City, kita akan koreksi supaya bisa dimonitor langsung," tandasnya.

BERITA TERKAIT
 Alat Berat Menimpa Ruko Di Ulujami

Rumah Warga Rusak Tertimpa Alat Berat di Ulujami

Senin, 12 Oktober 2015 6017

 12 Eskavator Milik UP Alkal Dinas Bina Marga Dipasang GPS

12 Eskavator Milik Dinas Bina Marga Dipasangi GPS

Rabu, 07 Oktober 2015 8418

8 Bangunan Liar di Pondok Labu Dibongkar

8 Bangunan Liar di Pondok Labu Dibongkar

Rabu, 07 Oktober 2015 3383

Sudin Tata Air Jaksel Keruk Kali Krukut Di Petogogan Sepanjang 1,5 KM

Percepat Pengerukan Kali Krukut, 3 Alat Berat Dikerahkan

Jumat, 28 Agustus 2015 13374

BERITA POPULER
Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 889

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 816

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1190

IMG 20260430 WA0117

Transjakarta-Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Sektor Transportasi Publik

Kamis, 30 April 2026 1140

RZA 0510

Pramono Pastikan Pemprov Hadir Dukung Pembangunan Keluarga

Senin, 04 Mei 2026 609

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks