Djarot Wacanakan Membuat Kartu Kesehatan Khusus ODHA

Rabu, 07 Oktober 2015 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Rio Sandiputra 3917

Djarot Wacanakan Membuat Kartu Kesehatan Khusus ODHA

(Foto: Reza Hapiz)

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mewacanakan pembuatan kartu kesehatan khusus Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Sehingga mereka dapat berobat dengan lebih baik dengan intensitas yang konstan.

Seperti Kartu Jakarta Sehat, sehingga bisa berobat secara kontinyu. Kartu khusus yang ini sifatnya sangat rahasia. Dengan cara seperti itu maka dia bisa langsung berobat

"Seperti Kartu Jakarta Sehat, sehingga bisa berobat secara kontinyu. Kartu khusus yang ini sifatnya sangat rahasia. Dengan cara seperti itu maka dia bisa langsung berobat," ujar Djarot pada acara Workshop Percepatan Jakarta: Mengakhiri Epidemi AIDS Fast-Track Jakarta City: Ending The AIDS Epidemic 2020) di Hotel Sahira, Bogor, Rabu (7/10).

Didukung adanya desentralisasi, lanjut Djarot, diharapkan pelayanan dan obat khusus bagi penderita HIV dan AIDS bisa dijangkau dengan mudah. "Obatnya langsung dekat dengan masyarakat. Ada desentralisasi, di Puskesmas atau di Puskesmas kelurahan. Nanti ditentukan rumah sakitnya, pengobatannya dimana, dan hanya dia dan rumah sakit rujukan yang tahu. Lalu datanya diberikan pada kita," tutur Djarot.

Menurut Djarot, kartu itu bukan hanya ditujukkan bagi warga Jakarta yang mengidap HIV/AIDS, warga yang bukan berasal dari Jakarta juga bisa memanfaatkan kartu tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), Kemal Siregar menyambut baik ide tersebut. Untuk menjembatani terealisasinya hal itu, perlu dilakukan pendataan populasi kunci atau orang rawan tertular HIV/AIDS. Di samping itu, belum tentu semua ODHA, baik warga Jakarta maupun tidak memiliki identitas kependudukan.

"Tadi Pak Wagub mengatakan bahwa pendataan itu penting, tapi sesudah pendataan itu, kalau memang sudah diketahui populasinya, bisa nggak dijembatani supaya mereka betul-betul dapat akses ke pelayanan. Mungkin dikasih kartu identitas yang spesifik untuk pengidap HIV. Sehingga petugas puskesmas tahu bahwa ini orang yang menjadi tanggung jawab puskesmas untuk pelayanan," tandas Kemal.

BERITA TERKAIT
Januari-Oktober, 12 Bangunan di Kebayoran Lama dibongkar

Januari-Oktober, 12 Bangunan di Kebayoran Lama dibongkar

Senin, 05 Oktober 2015 3884

Pengidap AIDS Di Jaksel Mengalami Penurunan

Kasus HIV/AIDS di Jaksel Menurun

Selasa, 22 September 2015 5483

Puskesmas Kepulauan Seribu Belum Punya Pendeteksi HIV/AIDS

Puskesmas Kepulauan Seribu Belum Punya Pendeteksi HIV/AIDS

Selasa, 15 September 2015 5599

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2506

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1203

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 964

IMG 20260917 WA0098

111 Kucing di Dua Pulau Sudah Disterilisasi dan Divaksin Rabies Gratis

Kamis, 17 September 2026 511

Gub pramono ppid

Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

Jumat, 18 September 2026 406

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks