Kunjungi Rotterdam, Basuki Ajak Dua BUMD

Jumat, 18 September 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 3987

Kunjungi Rotterdam, Basuki Ajak Dua BUMD

(Foto: Yopie Oscar)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  akan berangkat ke Kota Rotterdam, Belanda, pada akhir pekan besok. Kunjungannya tersebut untuk belajar pengananan banjir. Setidaknya ada dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diajak Basuki ikut dalam kunjungan sister city ini.


Kedua BUMD ini adalah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Pembangunan Jaya. Karena selain belajar penanganan banjir, ada sisi bisnis yang bisa dikembangkan juga, seperti pengelolaan lumpur dan sampah menjadi energi.

"Jadi kita akan lihat yang dari lumpur dan sampah jadi energi. Kita bawa PT Jakpro sama PT Pembangunan Jaya," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (18/9).

Basuki mengaku juga akan meninjau seluruh reklamasi yang dilakukan oleh pemerintah Rotterdam. Hal itu nantinya akan diterapkan dalam reklamasi pulau O, P, dan pulau Q di Jakarta.

"Kita juga mau cek seluruh reklamasinya mereka termasuk gasifikasi nggak perlu ke Swiss, di Rotterdam ada," ucap Basuki.

Semula, lanjut Basuki, dirinya tidak ingin berkunjung ke Rotterdam. Karena untuk belajar berbagai pengalaman tersebut bisa dengan menonton Youtube. Namun lantaran terus diundang untuk berkunjung akhirnya Basuki menjadwalkan kunjungan tersebut.

Menurut Basuki, Wali Kota Rotterdam, Ahmed Abboutaleb telah tiga kali berkunjung ke Jakarta. Bahkan Kedutaan Besar Belanda telah berkali-kali mengirimkan surat undangan. Padahal Jakarta dengan Rotterdam berhubungan sebagai sister city.

"Sampai Dubesnya bilang, kami sampai malu tulis surat undang Bapak. Karena setiap tulis surat buat Bapak, pasti Bapak balas dengan resmi mohon maaf tidak bisa hadir. Nah dia sendiri sudah datang tiga kali ke Jakarta," jelas Basuki.

Basuki mengaku, pihaknya juga rutim mengirim Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga gelombang ketiga ke Rotterdam untuk belajar penanganan banjir. Sementara sang Gubernur belum pernah sama sekali berkunjung ke Rotterdam.

Pria Asal Belitung Timur ini menambahkan, kebijakan yang diambil oleh pemerintah Belanda saat itu juga ditolak oleh warganya. Karena pembangunan tanggul dan bendungan dianggap hanya membuang-buang anggaran saja. Namun pemerintah megambil keputusan yang tepat sehingga bisa membawa Rotterdam seperti saat ini.

Tak hanya itu, kebijakan pembangunan pelabuhan laut juga ditolak sebagian warga. Namun, seiring waktu, kebijakan pembangunan pelabuhan itu dapat diterima warga. Karena pelabuhan berguna sebagai akses impor dan ekspor negara lain ke Rotterdam.

BERITA TERKAIT
Atasi Banjir, Basuki akan Terbang ke Rotterdam

Atasi Banjir, Basuki akan Terbang ke Rotterdam

Rabu, 16 September 2015 6032

Basuki Tak Masalah Digugat Soal Reklamasi

Basuki Tak Masalah Digugat Soal Reklamasi

Selasa, 15 September 2015 4824

Atasi Banjir, DKI Belajar dari Rotterdam

Atasi Banjir, DKI Belajar dari Rotterdam

Senin, 24 Agustus 2015 7482

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Senin, 24 Agustus 2015 8034

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Senin, 24 Agustus 2015 8034

BERITA POPULER
80790596

TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

Kamis, 17 September 2026 2922

Pendataan pengadaan tanah MRT kwitang fakhri

Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

Sabtu, 19 September 2026 1269

Pemadaman lampu hemat energi dok

Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

Sabtu, 19 September 2026 502

Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 1284

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 1088

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks