Kunjungi Rotterdam, Basuki Ajak Dua BUMD

Jumat, 18 September 2015 Reporter: Erna Martiyanti Editor: Widodo Bogiarto 3834

Kunjungi Rotterdam, Basuki Ajak Dua BUMD

(Foto: Yopie Oscar)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  akan berangkat ke Kota Rotterdam, Belanda, pada akhir pekan besok. Kunjungannya tersebut untuk belajar pengananan banjir. Setidaknya ada dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diajak Basuki ikut dalam kunjungan sister city ini.


Kedua BUMD ini adalah PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT Pembangunan Jaya. Karena selain belajar penanganan banjir, ada sisi bisnis yang bisa dikembangkan juga, seperti pengelolaan lumpur dan sampah menjadi energi.

"Jadi kita akan lihat yang dari lumpur dan sampah jadi energi. Kita bawa PT Jakpro sama PT Pembangunan Jaya," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (18/9).

Basuki mengaku juga akan meninjau seluruh reklamasi yang dilakukan oleh pemerintah Rotterdam. Hal itu nantinya akan diterapkan dalam reklamasi pulau O, P, dan pulau Q di Jakarta.

"Kita juga mau cek seluruh reklamasinya mereka termasuk gasifikasi nggak perlu ke Swiss, di Rotterdam ada," ucap Basuki.

Semula, lanjut Basuki, dirinya tidak ingin berkunjung ke Rotterdam. Karena untuk belajar berbagai pengalaman tersebut bisa dengan menonton Youtube. Namun lantaran terus diundang untuk berkunjung akhirnya Basuki menjadwalkan kunjungan tersebut.

Menurut Basuki, Wali Kota Rotterdam, Ahmed Abboutaleb telah tiga kali berkunjung ke Jakarta. Bahkan Kedutaan Besar Belanda telah berkali-kali mengirimkan surat undangan. Padahal Jakarta dengan Rotterdam berhubungan sebagai sister city.

"Sampai Dubesnya bilang, kami sampai malu tulis surat undang Bapak. Karena setiap tulis surat buat Bapak, pasti Bapak balas dengan resmi mohon maaf tidak bisa hadir. Nah dia sendiri sudah datang tiga kali ke Jakarta," jelas Basuki.

Basuki mengaku, pihaknya juga rutim mengirim Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga gelombang ketiga ke Rotterdam untuk belajar penanganan banjir. Sementara sang Gubernur belum pernah sama sekali berkunjung ke Rotterdam.

Pria Asal Belitung Timur ini menambahkan, kebijakan yang diambil oleh pemerintah Belanda saat itu juga ditolak oleh warganya. Karena pembangunan tanggul dan bendungan dianggap hanya membuang-buang anggaran saja. Namun pemerintah megambil keputusan yang tepat sehingga bisa membawa Rotterdam seperti saat ini.

Tak hanya itu, kebijakan pembangunan pelabuhan laut juga ditolak sebagian warga. Namun, seiring waktu, kebijakan pembangunan pelabuhan itu dapat diterima warga. Karena pelabuhan berguna sebagai akses impor dan ekspor negara lain ke Rotterdam.

BERITA TERKAIT
Atasi Banjir, Basuki akan Terbang ke Rotterdam

Atasi Banjir, Basuki akan Terbang ke Rotterdam

Rabu, 16 September 2015 5893

Basuki Tak Masalah Digugat Soal Reklamasi

Basuki Tak Masalah Digugat Soal Reklamasi

Selasa, 15 September 2015 4607

Atasi Banjir, DKI Belajar dari Rotterdam

Atasi Banjir, DKI Belajar dari Rotterdam

Senin, 24 Agustus 2015 7279

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Senin, 24 Agustus 2015 7850

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Basuki & Wali Kota Rotterdam Berbagi Pengalaman Reklamasi Pulau

Senin, 24 Agustus 2015 7850

BERITA POPULER
IMG 20260319 191414

PPSU Jelambar Bersih-bersih TPS Depo Kembar

Kamis, 19 Maret 2026 2330

IMG 20260319 WA0000

Kebakaran di SMAN 84 Hanguskan Ruang Perpustakaan

Kamis, 19 Maret 2026 2334

Mudik gratis pemprov rezap

Dukung Mudik Gratis, Bank Jakarta Sediakan 20 Bus Berbagai Tujuan

Selasa, 17 Maret 2026 1702

Car free night sarinah otoy

Pemprov DKI Gelar Car Free Night saat Malam Takbiran

Kamis, 19 Maret 2026 973

IMG 20260314 160842

150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

Sabtu, 14 Maret 2026 1750

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks