Mitigasi Banjir Jakarta, BPBD Siapkan 403 Lokasi Pengungsian

Sabtu, 07 November 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 290

Tenda pengungsian bpbd ist

(Foto: Istimewa)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah menyusun mitigasi bencana banjir saat puncak musim penghujan mendatang. Skenario terburuknya, termasuk menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga bila terjadi hujan deras dalam waktu lama yang dibarengi air kiriman dari hulu sungai dan kondisi air laut tengah pasang.

Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada Februari 2027 mendatang. Sebagai langkah mitigasi, Pemprov DKI Jakarta telah berkordinasi dengan instansi terkait, seperti TNI Kepolisian dan juga Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) RI.

"Sebanyak 403 lokasi pengungsian sudah kami siagakan,"

"Termasuk koordinasi lintas sektor di jajaran pemerintah daerah telah dilakukan sebagai antisipasi situasi bencana saat puncak musim penghujan," katanya, Jumat (6/11).

Dijelaskan Maruli, pihaknya memperkirakan puncak musim penghujan kali ini terjadi pada bulan Februari 2027 mendatang. Diperkirakan, curah hujan akan turun sangat tinggi dan cenderung ekstrem dalam waktu lama sehingga potensial memicu genangan hingga banjir.

Berdasar hasil pemetaan yang telah dilakukan jajarannya, Maruli mengaku telah mengidentifikasi sebanyak 200 RW se-DKI Jakarta yang tergolong rawan terjadi genangan hingga banjir. Lokasi itu tersebar di sejumlah kawasan langganan terjadi genangan seperti seperti, Cawang, Cililitan, Kampung Melayu dan Rawa Buaya.

Untuk mengantisipasi dan meminimalisir potensi bencana, Maruli mengaku Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung telah memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan mitigasi, mulai dari melakukan sosialisasi, pembenahan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) hingga pengurasan saluran. Lalu, jajaran camat dan lurah juga telah diperintahkan membantu pelaksanaan pembersihan saluran dan bersih-bersih di wilayah masing-masing.

Kemudian, seluruh infrastruktur terkait penanganan bencana seperti perahu karet, tenda pengungsian, toilet mobile, penerangan dan tenda posko lengkap dengan peralatannya juga telah disiapkan. Termasuk disaster early warning system (EWS) diaktifkan sebagai pemberitahuan kepada warga selain melalui SMS blast dan tv digital, setelah menerima informasi dari BMKG bila terjadi cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana.

Berbagai peralatan pendukung pun nantinya akan segera disiapkan mendekat ke lokasi begitu menerima informasi potensi bencana sebelum terjadi banjir. Selain itu, Maruli menegaskan petugas gabungan juga akan segera disiagakan di lokasi rawan begitu ada peringatan dini.

"Sebanyak 403 lokasi pengungsian sudah kami siagakan. Mereka juga sudah berkoordinasi secara teknis operasional di lapangan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Pramono forkopimda mitigasi banjir rezap

Pramono Pimpin Rapat Forkopimda Bahas Mitigasi Banjir

Kamis, 05 November 2026 642

Tinjau Hasil Rehabilitasi 3Sekolah, rano karno bilal

Tinjau Hasil Rehabilitasi Tiga Sekolah, Rano Minta Disdik Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 888

IMG 20260811 WA0097

Pemkot Jakbar Bahas Penguatan Mitigasi Bencana dan Ketertiban

Selasa, 11 Agustus 2026 904

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 36874

6.Akses masuk kawasan wisata Ancol gratis sambut HUT Jakarta

Gratis Masuk Ancol, Masyarakat Diajak Nikmati Ragam Wisata

Kamis, 05 November 2026 24508

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 5335

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3944

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 2745

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks