Kamis, 05 November 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 266
(Foto: Nurito)
Rumah duka Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania di Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur ramai didatangi pentakziah yang menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga almarhumah.
"Kami menyampaikan belasungkawa"
Mereka yang datang bertakziah di antaranya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono; Kepala Biro Kerja Sama Daerah (KSD), Tona Hutauruk; Wakil Kepala Bappeda DKI Jakarta, Deftrianov; Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary; Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo; serta Direktur Utama RSUD Budi Asih, Dyah Eko Judihartanti.
Karangan bunga juga banyak berdatangan, di antaranya dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung; Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Uus Kuswanto; para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan kolega almarhumah.
Atika Nur Rahmania meninggal dunia di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (4/11), sekitar pukul 19.03 WIB. Sebelum meninggal dunia, perempuan lulusan Ilmu Komunikasi dan Media Universitas Indonesia (UI) tahun 1996 tersebut masih sempat memberikan motivasi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di Balai Kota Jakarta.
Kepergian Atika juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan kolega. Termasuk, Ketua Harian Kwarda DKI Jakarta, Ratiyono yang merasa kehilangan sosok yang selama ini banyak memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan kepramukaan di Jakarta.
Ratiyono menjelaskan, dukungan Atika terhadap kegiatan Pramuka tidak hanya diberikan ketika almarhumah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, tetapi juga berlanjut saat dipercaya memimpin Bappeda DKI Jakarta.
"Kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhumah Ibu Atika Nur Rahmania. Kami juga merasa kehilangan sosok yang banyak membantu kegiatan Pramuka Jakarta ini," ujarnya, Kamis (5/11).
Ratiyono menuturkan, meski dirinya tidak pernah berada dalam satu kantor dengan Atika saat masih aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov DKI Jakarta, keduanya kerap berkoordinasi dalam berbagai program kemitraan, khususnya yang berkaitan dengan kegiatan Pramuka.
"Saat menjabat Kadis Kominfotik DKI, beliau banyak membantu publikasi gerakan Pramuka, khususnya dalam publikasi," terangnya.
Dukungan tersebut, lanjut Ratiyono, juga terus diberikan Atika ketika menjabat Kepala Bappeda DKI Jakarta. Salah satunya melalui dukungan untuk menunjang berbagai kegiatan dan pengembangan organisasi Pramuka.
"Pada September dan Oktober ada kegiatan Purna Aktivis Dewan Kerja, beliau juga banyak memberikan dukungan," tandasnya.