Selasa, 03 November 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 103
(Foto: Folmer)
Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI melakukan verifikasi lapangan (verlap) Sekolah Adiwiyata Mandiri 2026 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2, Jalan Batu Tulis, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).
Verlap ini merupakan tahapan utama guna memastikan gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) di SMKN 2 Jakpus telah berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Tanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Eric PZ Lumbun, mengapresiasi seluruh guru dan peserta didik di SMKN 2 Jakarta atas komitmen dan kerja keras mewujudkan lingkungan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
"Program Adiwiyata tidak sekadar ajang perlombaan meraih penghargaan, tapi satu gerakan untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini kepada generasi muda," ujar Eric.
Ia mengungkapkan, sekolah memiliki peran strategis membangun kesadaran lingkungan di tengah berbagai tantangan perkotaan, seperti pengelolaan sampah, polusi udara, hingga pemanasan global.
Ia juga mengapresiasi berbagai aksi nyata yang telah dilakukan di SMKN 2 Jakarta, mulai dari pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pembuatan lubang biopori, hingga penghijauan area sekolah melalui tanaman vertikal dan hidroponik.
"Saya sangat bangga melihat konsistensi SMKN 2 Jakarta menerapkan prinsip-prinsip Adiwiyata melalui berbagai aksi nyata. Budaya bersih dan hijau ini diharapkan tidak hanya berhenti di area sekolah, tetapi juga dibawa oleh para siswa ke lingkungan rumah dan masyarakat sekitar," ungkapnya.
Ia berharap, pelaksanaan verifikasi lapangan akan memberikan masukan dan rekomendasi program PBLHS di SMKN 2 Jakarta semakin sempurna.
"Saya berpesan agar kepedulian terhadap lingkungan di SMKN 2 Jakarta terus dijadikan bagian dari gaya hidup sehari-hari," paparnya.
Sementara Plt Kepala Sekolah SMKN 2 Jakarta, Tri Windarti menjelaskan, pihaknya terus berupaya melangkah ke jenjang tertinggi, yakni Adiwiyata tingkat Mandiri 2026 sebagai wujud pendidikan vokasi yang berkarakter melalui implementasi Adiwiyata berbasis Green Vocation.
Adapun penerapan budaya peduli lingkungan telah diintegrasikan ke dalam modul ajar dan rencana pembelajaran seluruh mata pelajaran, baik kejuruan maupun umum.
"Kepedulian terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab Bersama, seluruh tenaga pendidik dan warga sekolah," jelasnya.
SMKN 2 Jakarta, lanjut Tri Windarti, secara konsisten menerapkan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui bank sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pembuatan eco-enzyme yang melibatkan seluruh kompetensi keahlian.
"Berbagai upaya lainnya juga dilakukan melalui pembuatan lubang biopori, penataan taman sekolah, konservasi air dengan memanfaatkan penampungan air hujan, air pendingin ruangan (AC), dan air bekas wudhu, serta konservasi energi melalui gerakan hemat listrik di setiap ruangan,"jelasnya
Ia memaparkan, SMKN 2 Jakarta juga menjalankan program pembinaan terhadap tiga SMKN yakni 19, 33 dan 44. Pembinaan dilakukan melalui pendampingan penyusunan modul PBLHS serta berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan sekolah.
"Kami berharap SMKN 2 Jakarta mendapat arahan, bimbingan, serta masukan konstruktif dari tim penilai sehingga pelaksanaan program Adiwiyata dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan," tandasnya.