Selasa, 20 Oktober 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 183
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum di Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengikuti penilaian Lomba Majelis Taklim Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026.
"Peran majelis taklim sangat krusial"
Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin mengatakan, majelis taklim bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, melainkan juga pilar penting dalam pembinaan umat, penguatan ukhuwah Islamiah, serta pusat syiar Islam yang membawa kedamaian dan kesejukan di tengah masyarakat.
"Di era modern ini, peran majelis taklim sangat krusial dalam membentengi moral keluarga dan lingkungan dari dampak negatif perkembangan zaman," ujarnya, Selasa (20/10).
Mukhlisin menjelaskan, lomba tersebut tidak seharusnya hanya dipandang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah evaluasi, silaturahmi, serta sarana untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan program kerja majelis taklim di seluruh wilayah DKI Jakarta.
"Kami di Jakarta Selatan sangat bangga karena pada tahun ini wilayah kami diwakili oleh Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum dari Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu Dibutuhkan kerja keras, keikhlasan, dan komitmen yang luar biasa dari seluruh pengurus dan jemaah," terangnya.
Ia menambahkan, Majelis Taklim Nur Syafekah Hanum selama ini aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam berbagai bidang.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), serta Suku Dinas Kesehatan.
"Majelis taklim ini juga menjalin kerja sama dengan pihak swasta, termasuk melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan rumah sakit," ungkapnya.
Mukhlisin berharap, tim juri dapat melakukan penilaian secara objektif sekaligus memberikan pembinaan dan masukan yang membangun. Ia juga mendorong pengurus dan jemaah untuk tetap optimistis serta menunjukkan potensi terbaik mereka.
"Kepada tim penilai, kami persilakan melakukan penilaian secara objektif serta memberikan pembinaan dan masukan yang konstruktif. Kepada pengurus dan jemaah, saya berpesan agar tetap optimistis dan menampilkan potensi terbaik dengan penuh rasa percaya diri," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Lomba Majelis Taklim Tingkat Provinsi DKI Jakarta, Slamet Abadi memaparkan, penilaian dilakukan berdasarkan standar yang jelas dan seragam bagi seluruh peserta.
Standar tersebut bertujuan memastikan setiap majelis taklim memiliki visi dan misi yang terukur, legalitas yang sah, serta menjalankan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Standar penilaian kita sudah terstandar dengan jelas. Kami berharap melalui kegiatan ini, majelis taklim dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas," bebernya.
Abadi mengimbau setiap majelis taklim untuk memastikan penceramah atau ustazah yang diundang memiliki kompetensi dan standar pengajaran yang baik.
Selain itu, pengelola majelis taklim diharapkan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk menjaga kualitas pembelajaran keagamaan.
"Majelis taklim di DKI Jakarta harus memiliki visi masa depan yang bagus dan berdampak pada kemaslahatan umat," tandasnya.