Kamis, 01 Oktober 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 219
(Foto: Anita Karyati)
Kehadiran kios layanan air bersih PAM Jaya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara mendapat sambutan positif dan diapresiasi warga.
"Air bersih lebih mudah"
Fasilitas tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tambahan air bersih sekaligus membantu mengurangi antrean pembelian air.
Salah seorang warga RT 07/04, Kelurahan Pulau Kelapa, Suryadi (37) mengapresiasi keberadaan kios tersebut karena sangat membantu warga memperoleh tambahan air bersih, terutama ketika debit air dari jaringan perpipaan belum merata.
"Adanya kios ini sangat membantu warga, terutama untuk mendapatkan air bersih lebih mudah," ujarnya, Kamis (1/10).
Ia menuturkan, sejak pembangunan SWRO, jaringan perpipaan air bersih sudah tersambung ke sejumlah rumah warga. Namun, debit air yang diterima belum selalu sama.
Apresiasi serupa disampaikan warga RT 06/03, Kelurahan Pulau Kelapa, Muhammad Efendi (48). Ia menilai keberadaan kios memberikan pilihan tambahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
"Melalui keberadaan kios ini, warga memiliki alternatif untuk mendapatkan air bersih sesuai kebutuhan," ucapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Manager PAM Jaya Kepulauan Seribu, Januar Indropuspo mengatakan, penyediaan kios air merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama legislator DPRD DKI Jakarta.
"Kios ini merupakan yang perdana dan hadir sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat. Kami diminta memenuhi tambahan kebutuhan air sebanyak 6.000 liter per hari," bebernya.
Januar menjelaskan, kios layanan air bersih di kedua kelurahan tersebut telah terpasang dan beroperasi. Kios ditempatkan di luar pagar area Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan air bersih.
"Konsep kios air di luar pagar area SWRO sudah selesai dipasang dan beroperasi. Saat ini kami terus memonitor pelayanan di lapangan," terangnya.
Menurutnya, air yang tersedia di kios dikenakan tarif BWRO sebesar Rp30 per liter dengan sistem pembayaran prabayar. Untuk memudahkan transaksi, PAM Jaya juga menyediakan mesin electronic data capture (EDC) agar warga dapat melakukan pembayaran secara non-tunai.
"Monitoring operasional kios menjadi bagian dari upaya memastikan layanan berjalan optimal dan mampu memenuhi kebutuhan tambahan air warga," tandasnya.