Rabu, 23 September 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 174
(Foto: Anita Karyati)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu membantu pengangkutan air bersih milik warga dari Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) PAM Jaya di Pulau Pramuka menuju Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.
"Meringankan beban warga"
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, penyediaan armada angkut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih.
"Fasilitasi ini kami lakukan untuk membantu warga Pulau Panggang yang membeli air bersih galon di BWRO Pulau Pramuka, tetapi terkendala transportasi penyeberangan. Semoga bantuan ini dapat memperlancar distribusi sekaligus meringankan beban warga," ujarnya, Rabu (23/9).
Fadjar menjelaskan, untuk memastikan pengangkutan berjalan optimal, Pemkab Kepulauan Seribu mengerahkan sejumlah armada kapal gabungan. Armada tersebut terdiri atas kapal milik kelurahan, BPBD, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta kapal dinas Bupati Kepulauan Seribu.
"Pemerintah akan selalu hadir untuk warga. Apabila terdapat kendala pasokan atau distribusi kebutuhan pokok dan air bersih di lapangan, segera laporkan. Kami siap menerjunkan personel dan armada untuk membantu masyarakat," terangnya.
Salah seorang warga RT 03/01, Kelurahan Pulau Panggang, Evi (36) mengapresiasi bantuan transportasi air bersih tersebut karena sangat membantu warga yang sebelumnya kesulitan membawa air dari Pulau Pramuka.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati. Sebelumnya fasilitas untuk membawa air sampai ke Pulau Panggang belum memadai. Kini, adanya kapal angkut sangat memudahkan kami mendapatkan air bersih," ungkapnya.
Ia menuturkan, harga air galon di BWRO Pulau Pramuka relatif terjangkau, yakni Rp4.000 per galon. Namun, warga yang tidak memiliki armada pribadi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa kapal atau menggunakan jasa ojek.
"Kalau tidak punya armada, biasanya harus sewa kapal lain atau bayar ojek lagi. Jadi ada biaya tambahan. Sekarang dengan adanya bantuan kapal ini, beban kami berkurang," bebernya.
Hal senada disampaikan warga RT 03/01, Bargo (49). Ia menilai sinergisitas lintas sektor dalam membantu distribusi air bersih sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bargo menginginkan, fasilitas pengolahan air lokal di Pulau Panggang dapat terus ditingkatkan sehingga kebutuhan air bersih harian warga semakin terpenuhi.
"Terima kasih atas bantuan pengangkutannya. Harapan kami, fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Pulau Panggang juga bisa terus dioptimalkan agar kebutuhan air harian warga makin terpenuhi," tandasnya.